Home Lintas Jateng Dua Bulan Terdampar, Kapal Martha Petrol Dievakuasi

Dua Bulan Terdampar, Kapal Martha Petrol Dievakuasi

image

Cilacap, 2/7 (BeritaJateng.net) – Kapal  MT. Martha Petrol yang terdampar di Perairan Cilacap sejak 3 Mei, Kamis (2/7) dievakuasi menuju dermaga I Pertamina Cilacap. Kapal tersebut mengalami kerusakan akibat tersangkut karang. Upaya evakuasi penyelamatan ini melibatkan 10 tug boat.
           
General Affair and Legal Manager Pertamina RU IV Cilacap Eko Hernanto mengatakan, upaya penyelamatan ini sebagai bentuk tindak lanjut atas permintaan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Cilacap agar kapal ini disandarkan ke dermaga terdekat. “Pertamina Shipping lakukan melakukan evaluasi kapal Martha Petrol sejauh 3 mil menuju ke Dermaga I di area 70 Pertamina,” kata Eko.
           
Evakuasi kapal Martha Petrol dilakukan mulai Kamis (2/7) pagi sekitar pukul 05.00 WIB dan memakan waktu sekitar 3 jam. Marta Petrol yang sebelumnya memuat 26 KL minyak mentah, membutuhkan penanganan itensif untuk menuju ke dermaga.  Kondisi kapal emergency karena mengalami kerusakan pada rudder (pengendali kemudi bawah) dan patah pada kemudinya. Mesin juga dalam kondisi mati, ditambah masih memiliki muatan minyak mentah sekitar 21 kilo liter dan tali jangkar bagian kanan dan kiri yang putus.
           
Eko Harnanto menjelaskan, pihaknya bersama Pertamina Shipping sudah mensosialisasikan rencana penyelamatan ini kepada masyarakat nelayan. Karena prosesnya menganggur arus lalu lintas kapal dan aktifitas nelayan di alur yang dilalui.
           
Eko Harnanto menambahkan, evakuasi kapal ini tidak berhubungan dengan kasus pencemaran minyak yang melanda Pantai Teluk Penyu akhir Mei lalu. Kendati sumber pencemaran diduga berasal dari tumpahan minyak Kapal MT.Martha Petrol, namun Eko memastikan semua sedang ditangani oleh tim investigasi. “Jadi agendanya ini lebih untuk penyelamatan kapal. Soal kaitannya pencemaran dalam penanganan tim” tuturnya.

Vice President Marine Pertamina Shipping Joni Harsono menegaskan, tujuh tugboat yang dikerahkan memiliki kekuatan total 25.000 horsepower (hp) atau hampir tiga kali kekuatan kapal sesungguhnya yang sebesar 9.000 hp. “Saat evakuasi, tiga tugboat menjaganya dari kanan kiri agar posisi kapal stabil dan tug boat lainnya membantu proses penyandaran ke dermaga” jelas Joni. (BJ33)