Home Ekbis DSKS Minta Pemkot Solo Kembalikan Hak Pedagang Pasar Klewer

DSKS Minta Pemkot Solo Kembalikan Hak Pedagang Pasar Klewer

Ilustrasi

Solo, 2/1 (Beritajateng.net) – Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) meminta Pemerintah yang melaksanakan pembangunan Pasar Klewer baru di Jalan Dr. Rajiman Solo agar mengembalikan hak para pedagang tetap seperti sebelum terjadi kebakaran.

“Kami melakukan pendampingan terhadap para pedagang Klewer, agar para pedagang memperoleh haknya seperti semula atau sesuai sebelum peristiwa kebakaran,” kata Sekretaris DSKS Tengku Azhar, di Solo, Jumat petang.

Menurut Tengku Azhar, pihaknya khawatir terutama para pedagang kecil di Pasar Klewer, setelah dibangun yang baru mereka tidak mendapatkan haknya seperti sebelum kebakaran.

“Kami khawatir setelah pasar dibangun baru, peta yang menempati pasar akan berbeda. Pedagang besar dari luar justru yang akan menguasai kios baru, sedang yang memiliki hak justru tersingkir,” katanya.

Menurut dia, jika bisa para pedagang kecil diberikan kios baru dengan gratis, tetapi kalau harus membayar pemerintah jangan memberikan harga yang mahal. Karena, pedagang kecil tidak akan mampu dan hak mereka akhirnya hilang dipakai pedagang lainnya yang memiliki modal besar.

Ketua DSKS Muh Mulnudinillah menjelaskan dari hasil informasi dari sejumlah saksi terkait kebakaran di Pasar Klewer bahwa instalasi listrik sudah diperbarui empat tahun yang lalu, sehingga ada indikasi bukan akibat kosleting.

Bahkan, kata dia, para petugas keamanan Pasar Klewer ketika mulai tutup listrik selalu dimatikan setiap sore harinya.

Menurut dia, pada kejadian kebakaran Pasar Klewer, Sabtu (27/12), Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer Kusbandi, bersama petugas Satpam dan warga lainnya mendapatkan salah satu kios di Blok D lantai bawah muncul api.

Petugas Satpam kemudian berupaya memadamkan dengan tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Mereka menghabiskan hingga 21 tabung, tetapi api justru dengan cepat membesar merembet di lantai dua Blok DD. Satpam merasa tidak mampu kemudian memanggil pemadam kebakaran.

Muh Mulnudinillah menjelaskan, pihaknya mendapat informasi sebelum terjadi kebakaran satu tahun sebelumnya juga ada kiriman paket yang ditujukan Ketua HPPK, berupa lima jerigen isin bensin dan korek api.

“Kami telah menugaskan sebanyak 10 orang yang ditunjuk untuk mencari informasi terkait kebakaran Pasar Klewer,” katanya.

Bahkan, mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi juga terlambat , penyeprotan tidak di lokalisir, sehingga datang bantuan lainnya tetapi api sudah semakin meluas dan sulit dipadamkan.

Kepala Polda Jateng Inspektur Jenderal Nur Ali, sebelumnya mengatakan, dari hasil penyelidikan penyebab kebakaran di Pasar Klewer karena hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

Menurut dia, kesimpulan tersebut didasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Cabang Semarang.

Tim Puslabfor telah mengambil sejumlah sampel antara lain panel pembagi listrik, abu sisa kebakaran, dan kabel-kabel. Kotak pembagi itu, mengalami kropos hingga berlobang dan kemasukan air sehingga terjadi konsleting.

Menurut dia, kesimpulan tersebut sekaligus menepis dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran pasar yang menghanguskan sekitar 1.532 kios itu.(ant/Bj02)

Advertisements