Home News Update Drama Panjang Pemilihan Ketua KONI Jateng

Drama Panjang Pemilihan Ketua KONI Jateng

image

Semarang, 6/12 (Beritajateng.net) – Mantan Sekum Pengprov Forki Jateng Hartono akhirnya terpilih sebagai ketua umum KONI Jawa Tengah untuk periode dua tahun mendatang dalam musyawarah olahraga provinsi luar biasa (Musorprovlub) di Semarang, Sabtu.

Pemilihan ketua umum KONI Jawa Tengah dilangsungkan karena ketua umum sebelumnya mengundurkan diri disebabkan tersangkut persoalan hukum.

Hartono yang sudah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua KONI Jateng selama setahun (2013-2014) terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum induk organisasi olahraga di Jawa Tengah setelah satu calonnya Roni Suryoguritno mengundurkan diri dalam pencalonannya.

Roni Suryoguritno yang mantan Sekum Pengprov Perserosi Jateng tersebut mengundurkan diri saat pimpinan sidang Sukahar (Pengprov IPSI Jateng) menyampaikan tata cara pemilihan apakah melalui voting atau mufakat.

Roni akhirnya mengundurkan diri dan mendukung calon lainnya Hartono sebagai ketua umum KONI Jateng untuk periode dua tahun mendatang. Keputusan ini disambut dengan tepuk tangan dari peserta Musorprovlub yang terdiri dari 35 KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga di Jawa Tengah.

Yang bersangkutan sempat menyampaikan visi dan misinya sebagai syarat dalam pencalonannya. Penyampaian visi dan misi ini dilakukan Roni selama 15 menit setelah calon lainnya Hartono juga menyampaikan hal yang sama dengan batasan waktu 15 menit.

Roni sendiri sempat mempertanyakan apakah dirinya memiliki dukungan untuk maju pada pemilihan ketua umum. “Apakah saya memiliki dukungan suara pada pemilihan ini?…Saya mundur dan mendukung Pak Hartono sebagai ketua umum,” katanya.

Akhirnya pimpinan sidang Sukahar memutuskan bahwa Hartono sebagai ketua umum terpilih KONI Jateng dan minta Roni Suryoguritno untuk membuat surat pengunduran diri yang ditandatangani yang bersangkutan.

Hartono yang juga Wakil Ketua Umum II (bidang pembinaan dan prestasi) KONI Jateng (sebelum menjabat sebagai Plt Ketua KONI) mengatakan dirinya siap untuk menjalankan roda organisasi untuk dua tahun ke depan untuk meningkatkan prestasi Jawa Tengah.

“Saya siap berkoordinasi dengan KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi olahraga di Jateng,” katanya.

Di sisi lain, dia mengatakan, dirinya siap mengoptimalkan fungsi kepengurusan karena sesuai dengan visi dirinya adalah menyehatkan organisasi.

Ketika ditanya apakah akan ada pergantian pengurus setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Jateng, dia mengatakan, ada satu atau dua pengurus yang sebelumnya minta mengundurkan diri.

“Saya akan komunikasikan kembali dengan mereka, mungkin selama ini mereka belum tahu benar soal tugasnya. Kalau bisa mereka tetap akan dimasukkan dalam jajaran kepengurusannya,” katanya.

“Walk Out”

Sementara itu pelaksanaan Musorprovlub KONI Jateng dengan agenda utama pemilihan ketua umum untuk periode dua tahun mendatang diwarnai dengan aksi ‘walk out’ sejumlah peserta dari KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga karena tidak cocok dengan aturan tata tertib yang ditentukan.

Sebanyak sembilan pengurus KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga yang melakukan ‘walk out’ saat pembahasan tata tertib musorprovlub tersebut. Mereka berasal dari KONI Kabupaten Pekalongan, Banjarnegara, Banyumas, Kebumen, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, dan Surakarta ditambah dengan Pengprov PODSI (dayung) Jateng.

Mereka tidak cocok dengan tata tertib pasal 10 soal persyaratan calon ketua umum KONI Jateng terutama persyaratan khusus yaitu calon pernah menjadi pengurus inti cabang olahraga tingkat provinsi sekurang-kurangnya satu periode kepengurusan.

Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Suryan Rusli mengatakan, tata tertib ini masih rancangan sehingga bisa diubah sesuai dengan keputusan rapat anggota. “Saya setuju kalau Musoprovlub ini yang menyelenggarakan KONI Jateng sesuai dengan aturan,” katanya.

Menurut dia, tetapi keputusan tertinggi ada pada rapat anggota. “Kalau KONI tetap memaksakan seperti itu ya…ini tidak demokratis dan ibaratnya kerajaan. Saya lebih baik ‘walk out’,” katanya.

Kemudian Ryan (panggilan akrab Suryan Rusli) ini keluar dari ruangan Musroprovlob di Hotel Patra Semarang dan diikuti beberapa pengurus KONI Kabupaten/Kota serta cabang olahraga.

Meskipun ada beberapa yang melakukan aksi ‘walk out’, pimpinan sidang tetap melanjutkan agenda acara musorprovlub hingga selesai dan terpilihnya Hartono sebagai ketua umum KONI Jateng untuk periode dua tahun mendatang.(ant/pj)