Home News Update DR. Darto Sachius, M.Th : Kerja Kristus di Hari Natal

DR. Darto Sachius, M.Th : Kerja Kristus di Hari Natal

— Pesan Natal 2014

Pembahasan mengenai karya dan pribadi Kristus memang tak pernah habis untuk dibahas dalam buku apapun. Namun saya ingin membuat tulisan pendek mengenai pribadi Kristus yang meliputi Kristus sebelum berincarnasi atau keallahan Kristus sebelum berincarnasi. Kristus memiliki Sifat-sifat keallahan, Kristus yang memiliki gelar-gelar Allah, pengakuan Kristus bahwa Ia adalah Allah.

Pembahasan selanjutnya mengenai kemanusiaan Kristus yang sejati meliputi, nubuat mengenai kelahiran, kematian, dan kemanusian Kristus, Kristus memiliki tubuh, jiwa dan roh manusia, seperti yang di tuliskan dalam Kitab Injil, seperti Matius, Markus, Lukas dan Yohanes demikian juga banyak dalam tulisan Rasul Paulus dalam surat-suratnya dan kehadiran kemanusia Kristus di dalam Perjanjian Baru adalah penggenapan dalam Perjanjiaan Lama baik dalam 2 Samuel, Yesaya dan kitab Mikha dan nabi-nabi yang lain yang menandai kemanusian Kristus secara sejati setelah kehadiranya dalam sejarah di dunia.

Penerapan Karya Kristus dalam menyelamatkan manusia sebagai misi utamanya mengapa Kristus berincarnasi ke dalam dunia ini. Karya Salib dan kebangkitanNya memiliki implikasi dan aplikasi teologis yang sangat besar dalam keselamatan manusia yang sudah di nubuatkan dalam Perjanjian Lama.

Konsep keselamatan itu adalah konsep penebusan yang menjadikan orang percaya menjadi milik Kristus.

KEPRIBADIAN KRISTUS

Secara sederhana kperibadian Kristus dirumuskan dalam Konsili Nicea 325 M dan disempurnakan dalam Konsili di Chalcedon 451 M. seseorang melukiskan pribadi Kristus sebagai keallahan penuh dan kemanusiaan yang sempurna, berpadu tanpa campuran, perubahan, perpecahan atau perpisahan, dalam satu pribadi untuk selamanya, satu pribadi bukan dua dan selamanya karena Ia terus memiliki suatu tubuh meskipun dibangkitkan Kis 1: 11; Why 5:6.

Ia adalah satu pribadi dengan dua sifat manusia dan Allah yang sejati, yang bersatu secara harmonis dalam keindahan pribadi Kristus yang Illahi.

Keallahan Kristus Yang Berinkarnasi
Keallahan Kristus sebelum berincarnasi dijelaskan dalam Konsep Logos dalam Perjanjian Baru dijelaskan dalam Injil Yohanes Pasal satu, bahwa pada mulanya adalah Firman dan firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu juga adalah Allah, Kalau Logos adalah Allah, Yesus sudah ada sebelum berincarnasi sebab Kristus ada bersama-sama dengan artinya bersama-sama dalam bahasa aslinya berhadap-hadapan atau melekat tak terpisahkan dari selamanya. Jadi Kristus sebelum bericarnasi adalah Allah yang kekal dan keberadaanNya bersama dengan Allah sebagai bagian dari Allah Tritunggal yang satu dan tak dapat dipisahkan bersama dengan Allah Bapa, Anak dan Allah Roh Kudus.

Di dalam Perjanjian Lama penampakan Allah Anak atau Kristus nyata dari Istilah Theopany, yaitu Allah yang menampakkan diri kepada umatNya dalam Perjanjian Lama seperti dalam kasus penampakan kepada Abraham, kepada Gideon, kepada Manuah ayah dari Simson kepada beberapa pribadi yang lain dalam PL. Untuk membedakan dengan malaikat biasa adalah Malaikat Tuhan atau Malak YHWH ini biasanya Mau disembah dan mau menerima penyembahan umatNya. Sedangkan untuk Malaikat biasa biasanya tidak mau disembah dan tidak mau menerima persembahan seperti khasus dengan Daniel, Yesaya, Zakharia, dan beberapa tokoh lain di dalam Perjanjian Lama. Sekarang nyata benar bahwa Yesus adalah pribadi yang kekal.

Dari pengakuan Kristus sendiri dalam Perjanjian Baru Tuhan Yesus berkata bahwa “Aku ada sebelum Abraham ada atau Aku ada sebelum nenek moyangmu ada” kata-kata Kristus ini menjelaskan bahwa Ia sudah ada sebelum Abraham ada adalah keberadaanNya sudah eksis sebelum Abraham sebagai Bapa Beriman Israel di lahirkan itu berarti bahwa Kristus adalah pribadi kekal menurut pengakuan Yesus Kristus sendiri. Sehingga Ia layak disembah dan membangun Bait Allah dan menjadi Hakim atas Israel.

Demikian juga dalam Kitab Mikha pasal 5:1 bahwa Ia ada sejak permulaan zaman dan keberadaanNya sejak purbakala atau Ia ada dikekekalan masa lampau sebelum Ia berincarnasi. Nubuatan Mihka adalah nubuatan tentang kelahiran juru selamat dunia yang Immanuel yang keberadaanNya sejak purbakala dan akan datang melalui kota kecil bernama Bethelem Efrata dimana Yesus Kristus lahir. Dia adalah Allah yang kekal dan keallahan tak diragukan lagi.

Yesus Memiliki Sifat-sifat Allah
Yesus mengaku sudah ada sejak kekekalan masa lampau (Yoh 8:58: 17:5), Yesus juga mengaku didirinya maha hadir atau ada dimana-mana (Mat 18:20; 28:20) Yesus juga mengaku dirinya sebagai mahatahu, Yesus memperlihatkan pengetahuan tentang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika Ia mahatahu (Mat 16:21; Luk 6:8; 11:7 dan Yoh 4:29). Yesus juga maha kuasa. Yesus memperagakan dan menyatakan kekuasaan satu pribadi yang mahakuasa (Mat 28:20; Mrk 5:11-15; Yoh 11:38-44). Sifat-sifat keallahan yang lain adalah Yesus tak berubah dan lain dari sifat-sifat Kristus yang berinkarnasi. Ia tak menolak untuk disembah dalam Perjanjian Baru Ia adalah Allah nampak dari berbagai Sifat-sifat illahi. Kristus menyadari Bahwa Ia adalah Allah yang di Bumi dan yang telah menjelma menjadi manusia. Semuanya itu adalah rangkuman dari apa yang tak terbatas dari pernyataan khusus dari Allah Tritunggal yang menyatakan diri menjadi manusia.

Kemanusian Yang Sempurna Dari Kristus
Kristus adalah manusia sejati karena Kristus merupakan Allah yang menjadi daging, atau menjadi manusia dan sama dengan manusia sejati dan hidup bersama manusia dan tinggal bersama manusia dan mati bersama dengan manusia dalam Yohanes pasal satu mengenai konsep Logos yang menjadi daging dan manusia sejati dan menjadi pengantara antara manusia dan Allah yang tak terjangkau oleh manusia.

Kitab Filipi menjelaskan pasal dua mengenai konsep Kenosis yaitu Allah mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang manusia dan menjadi hamba yang taat dan mati dan bangkit untuk menjadi penyelamat bagi manusia.

Dalam hal ini Yesus harus benar-benar manusia karena Yesus harus mati untuk menggenapi Konsep Perjanjian Lama mengenai penebusan manusia tanpa dosa untuk menganti korban manusia yang seharusnya mati karena dosanya tetapi Kristus mati sebagai manusia tanpa dosa supaya setiap orang yang percaya dapat memperoleh pengampunan dosa dan diselamatkan. Karena itu Kristus harus mengambil rupa manusia supaya dapat menyatu dengan manusia dan menyelamatkan manusia.

Kristus Memiliki Tubuh
Nubuat PL harus dipenuhi bahwa messias haruslah seorang manusia yang tanpa cacat dan menjadi jembatan antara Allah dan manusia seperti yang digambarkan dalam Mikha 5:1, Kristus harus lahir sebagai manusia dengan Nama manusia, keturunan Raja Daud, lahir dikota Bethelem Efrata ditanah Yehuda di Israel, Dan hal ini digenapi dalam PB dalam baik dalam Matius dan Lukas dan Markus membuktikan bahwa Kristus adalah manusia sejati dengan lahir secara normal melalui seorang Ibu bernama Maria dan orang Tua bernama Yusuf yang keduanya adalah keturunan Raja Daud, Lukas menelururi dari garis Maria dan Yusuf dari garis Salomo dan keduanya adalah keturunan Raja Daud seperti yang di Janjikan kepada Daud dalam II Sam 12-14.

Lahir sebagai seorang banyi dan lahir dalam kesederhanaan di kandang dan di saksikan oleh para gembala, orang Majus, dan kekejaman Herodes yang ingin membunuh karena ketakutan tersaingi posisi sebagai raja. Kristus hadir dalam sejarah manusia dalam zaman Herodes dan kekaisaran Romawi dan dinamika Israel yang terjajah oleh Romawi.

Kristus memiliki tubuh manusia hadir diusia 12 tahun datang dibait Allah untuk mengjungi Bait Allah, Jadi ada proses manusia sejati dari Banyi, seorang anak kecil dan seorang remaja dan muncul sebagai orang dewasa saat muncul di Sungai Yordan saat pembaptisan oleh Yohanes Pembaptis dan Yesus memulai pelayananNya dari peristiwa pembaptisanya dan mulai berpuasa seperti manusia yang meiliki Tubuh. Ia lapar dan haus dan dapat jatuh di dibawa terbang oleh Iblis berarti Ia punya tubuh yang nyata.

Kristus manusia sejati terlihat dari bagaimana Ia berjalan bersama-sam dengan para Murid-murid, tidur, makan, berdoa bersama, naik perahu bersama dan menghadapi pencobaan bersama dicobai oleh orang Saduki, Farisi dan Ahli Taurat bersama – sama. Kristus manusia karena memiliki tubuh dalam pelayanan kepada umat menumpangkab tangan kepada yang sakit kusta, lumpuh, buta dan timpang dan mengusir Setan dengan suara manusia dan tubuh manusia, Ia berjalan dari Yerusalem, Gadara, Danau Galelia, daerah Nasaret, dan berkeliling dari kota, desa, padang gurun dan gunung dan taman getsemane untuk berdoa dan bergumul karena Ia adalah manusia yang bertubuh manusia.

Kristus di salibkan dengan tubuh manusia yang bisa merasakan sakit, keluar darah segar dan menggeliat kesakitan saat dicambuk empat puluh kurang satu pukulan. Ia mati sebagai manusia yang didera dengan peristiwa salib golgota dan mati dalam keadaan manusia dikuburkan dengan cara manusia dengan kubur manusia dan bangkit dengan tubuh manusia yang dapat dikenal oelh para murid-murid dengan bebas luka pada tangan kaki dan lambung yang tertusuk tombak tenatara Romawi. Dan Thomas percaya karena Yesus menujukkan dan Thomas merabanya seperti kata Surat Yohanes aku percaya karena aku meraba, melihat, mendengar apa yang diucapkan Yesus. Kristus Naik ke Sorga dengan Tubuh manusia yang disempurnakan dan dapat dilihat oleh 500 orang dengan seribu mata melihat peristiwa kenaikan Kristus naik ke Surga dan Ia kan kembali dengan Tubuh kemulian untuk memerintah 1000 tahun bersama-sama dengan orang percaya Wahyu 20.

Kristus Memiliki Jiwa dan Roh Manusia
Kristus memiliki jiwa dan roh manusia ini terbukti saat Yesus melihat Lasarus mati, Krisstus masgul dan menangis Ia memiliki perasaan sedih yang mendalam sehingga membangkitkan Lasarus, Kristus memiliki jiwa yang penuh belas kasihan saat Ia melihat begitu banyak orang berbondong-bondong dengan perut lapar sehingga Kristus membuat mujizat menjadikan lima roti dan dua ikan dapat memberikan makan lima ribu. Ia juga bersukacita saat melihat orang percaya dan setan-setan diusir. Kristus berjiwa saat di salib Kristus sedih dan bergumul di taman Getsemani serta marah saat murid-murid tak percaya kepadaNya saat mau tenggelam di danau Galilea.

Kristus memiliki roh manusia saat ia mati diatas kayu salib berdoa “ke dalam tanganmu keserahkan nyawaku atau rohku” ini berarti bahwa Kristus adalah manusia sejati yang memiliki roh manusia sehingga Ia menyerahkannya kepada bapanya di Sorga kemudian Ia mati diatas kayu salib. Jadi Kristus adalah manusia karena memiliki tubuh, jiwa dan roh. Namun Dia adalah Allah yang sejati. Yang tinggal dalam satu pribadi Kristus dengan dua sifat yang harmonis antara manusia dan keallahan Kristus.

KARYA PENEBUSAN KRISTUS

Dosa mengakibatkan manusia terjual kepada dosa. Kristus datang untuk mengorbankan dirinya untuk menebus semua manusia dari dosa karena itu Allah mengutus anakNya Yesus untuk mati bagi manusia berdosa. Proses mengambil kembali manusia dari pasar atau ikatan dosa itu memerlukan alat pembayaran bagi harga manusia yang jatuh dalam lubang dosa. Untuk memahami proses mengambil kembali manusia dari dosa itulah digunakan kata penebusan dengan pengertian Perjanjian Baru memakai kata Yunani “ Agorazo” artinya adalah membeli, membayar, menyerahkan sesuatu sebagai pembayaran yang setimpal bagi sesuatu barang lainnya. Akar katanya adalah “Agora” yang berarti pasar luas dan terbuka. Nuansa teologis disini ialah bahwa manusia berada dalam dalam dunia sebagai pasar dosa dan Allah melalui Kristus yang tanpa dosa membeli manusia berdosa.

Dalam pemakaian dalam Perjanjian Baru dalam Matius 13:44, Efesus 1:18 juga dalam Ibrani 12:2, pemakaian secara kusus dipakai dalam Wahyu 5:9 “ dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membukan meterai-meterainya: karena Engkau telah disembilih dan dengan darah-Mu engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan hahasa dan kamu dan bangsa” jadi tebusan itu dilakukan dengan darah Yesus bagi Allah. Setan tak –mendapat apa-apa. Dalam I Korintus 6:19-20 disebutkan hasil yang diharapkan dari penebusan itu adalah agar orang yang ditebus mempermuliakan Allah dengan tubuh mereka.

Istilah berikutnya yang dipakai dalam Perjanjian Baru adalah istilah “eksagorazo” istlah ini sama dengan kata pertama dengan ditambahkan kata “eks” yang berfungsi untuk menegaskan kata diatas yaitu “agorazo” tambahan kata eks itu memiliki arti “keluar dari” hal ini memiliki arti teologis setelah dibeli oleh darah Kristus orang percaya dikeluarga dari “agora” atau pasar dosa sebagai budak Hukum Taurat (Gal 3:13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hokum Taurat” dalam (Gal 4:5) setelah ditebus manusia yang percaya menjadi anak-anak Allah. Jadi Kristus tidak hanya menebus dari dosa manusia saja tetapi juga mengeluarkan atau memindahkan dari pasar dosa menuju kepada jaminan baru sebagai orang beriman yang tak pernah kembali kepada belenggu dosa dan hukuman dosa (Gal 4:9).

Istilah sejanjutnya dalah kata “Lutroo” yang memiliki arti membebaaskan atau melepaskan dari belenggu dosa dan disuruh pergi sebagai orang merdeka. Suatu perbuatan yang supranatural dari Allah bagi manusia berdosa dan dilepaskan dari rantai dosa yang tak bisa diselesaikan dengan cara apapun kecuali pengorbanan Kristus diatas salib. Hal dapat diamati dalam Matius 20:28 Yesus datang untuk melayani dan memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang. Lihat juga dalam Markus 10:45. Kata tebusan berarti membebaskan dari ikatan dosa. Jadi sejarah kata penebusan ini digunakan untuk seluruh proses pembelian seorang budak oleh tuannya yang baru dari pasar budak, untuk dilepaskan ikatannya dan dipindahkan kepada tuan yang baru namun menjadi seorang bebas dan merdeka.

Jadi sarana yang digunaan untuk penebusan adalah diri Kristus yang mati sebagai penebus ( I Tim 2:6) sedangkan sandaran atau basisnaya adalah darah Kristus yang tanpa cacat ( Kol 1:14, I Pet 1:18-19). Dalam Perjanjian Lama istilah penebusan selalu dipakai untuk pembebasan umatNya dari perbudakan di Mesir Kel 6:6, dan Israel dari Babel (Yer 31:11 dan 50:33-34). Allah membebaskan umatNya dari dosa (Yes 40:2), membebaskan manusia dari kesengsaraan (Ayub 19:25), bagi Allah penebusan juga membebaskan manusia dari kesengsaraan dunia sampai ahkirat. Karena manusia tak mampu menebus dirinya sendiri Roma 11:26 karena penebusan sangat penting karena melepaskan manusia dari dosa secara terus menerus dan Allah memberikan jaminan Roh Kudus dalam penebusan akan keselamatan manusia sebagai materai milik sang penebus yaitu Kristus Yesus (Ef 1:13-14). Sehingga setiap orang yang ditebus menjadi hamba Kristus Yesus untuk kemuliaan Allah Bapa di Sorga. Jadi kematian Kristus menjadi sarana penebusan Allah dari perbudakan dosa dan setan, tetapi pembayaran itu bukan untuk dibayarkan setan melainkan untuk Tuhan yaitu terhadap keadilan Allah. (*)

*Penulis adalah dosen Pasca Sarjana STT Abdiel Semarang

Advertisements