Home Lintas Jateng DPRD Tunggu Kajian Cagar Budaya Pasar Peterongan

DPRD Tunggu Kajian Cagar Budaya Pasar Peterongan

pasar peteronganSemarang, 19/11 (Beritajateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menunggu kajian cagar budaya yang dilakukan atas bangunan kuno Pasar Peterongan Semarang yang diduga cagar budaya.

“Revitalisasi Pasar Peterongan sudah dianggarkan sekitar Rp30 miliar. Namun, kalau memang ada kajian cagar budaya, ya kami tunggu,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim di Semarang, Rabu.

Ia menjelaskan revitalisasi Pasar Peterongan Semarang harus dilakukan sesuai dengan aturan, termasuk berkaitan dengan kecagarbudayaan jika nantinya bangunan itu dinyatakan sebagai cagar budaya.

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan revitalisasi Pasar Peterongan tidak akan dilakukan dengan sembarangan, tetapi dirancang dengan baik, termasuk dari arsitektural dan aspek-aspek yang lainnya.

Kalaupun nantinya Pasar Peterongan Semarang dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya, kata dia, revitalisasi pasar itu perlu disesuaikan dengan prinsip-prinsip kecagarbudayaan yang sudah ditentukan.

“Ya prinsipnya jangan sampai ada miskomunikasi dengan masyarakat dan pegiat sejarah. Makanya, kami tunggu kajiannya bagaimana. Kalau dinyatakan cagar budaya, ya, nanti harus bagaimana,” kata Mualim.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pasar berencana merevitalisasi Pasar Peterongan Semarang yang akan dilakukan pada 2015 karena kondisi pasar tersebut sudah tidak representatif menampung pedagang.

Namun, Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang melaporkan adanya bangunan kuno di Pasar Peterongan yang dibangun pada 1916 dan merupakan bangunan asli pasar, sekaligus permintaan kajian cagar budaya.

Sekretaris KPS Semarang Yunantyo Adi S., menjelaskan bangunan kuno Pasar Peterongan sudah berstruktur beton berlantai satu yang hampir menyatu dengan Punden Mbah Gosang dan pohon asam berusia ribuan tahun.

“Setiap bulan Sura atau Muharram, selalu dilakukan ritual di Punden Mbah Gosang dan pohon asam itu. Artinya, membuktikan bahwa tempat itu memiliki nilai budaya yang semestinya dilestarikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan KPS Semarang tidak menghalangi upaya revitalisasi Pasar Peterongan, melainkan berupaya melindungi tiga ikon yang semestinya dilestarikan, yakni bangunan kuno pasar, punden, dan pohon asam.

“Bangunan kuno itu bangunan asli Pasar Peterongan. Kalau bangunan-bangunan di sekelilingnya merupakan pengembangan pasar. Selain tiga ikon budaya itu, kalau mau dibongkar tidak masalah,” katanya.(ant/pj)