Home Lintas Jateng DPRD Solo Wacanakan Arsitektur Gedung Pemerintahan Cerminkan Budaya Jawa

DPRD Solo Wacanakan Arsitektur Gedung Pemerintahan Cerminkan Budaya Jawa

Salah satu bentuk bangunan tradisional Jawa.

SOLO, 18/5 (BeritaJateng.net) – Menyandang icon Solo sebagai kota budaya sudah sepantasnya semua gedung perkantoran baik pemerintah maupun swasta, hotel pusat perbelanjaan dan yang lainnya harus berarsitektur Jawa.

“Salah satu tujuannya untuk melestarikan budaya sekaligus mencirikan bahwa kota Solo sebagai kota budaya,” jelasnya di Solo, Jawa Tengah.

Sekretaris Komisi II DPRD, Supriyanto, menjelaskan sebagai kota budaya harus diwujudkan dalam bentuk budaya Jawa melalui bangunannya dan juga ornamennya juga harus bercirikan budaya Jawa.

Dalam mengaplikasikan budaya Jawa ke dalam suatu bangunan hanyalah sebab ukiran atau ornamen batik untuk hiasan saja. Hanya beberapa saja yang seluruh bangunan mengaplikasi budaya Jawa.

Hanya ada beberapa saja yang serius mengimplementasikan tradisi budaya yang dituangkan dalam bentuk arsitektur bangunannya.

Beberapa waktu lalu pernah ada kebijakan serupa saat Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo pernah membuat kebijakan pemberian nama jalan dan juga instansi baik pemerintah maupun swasta harus menggunakan huruf Jawa.

Tahap awal, jelas Supriyanto bangunan pemerintah dan instansi ada keharusan untuk di desain dengan ornamamen khas Jawa. Baru nanti, instansi lain juga akan menirunya.

“Saat awal pembahasan (raperda) diwacanakan ada sanki jika ada yang tidak mematuhinya,” ujarnya.

Supriyanto mengatakan kewajiban mengadopsi desain bangunan Jawa diwacanakan bagi perhotelan maupun perkantoran swasta. Menurut Supri, keterlibatan swasta dalam nguri-uri arsitektur Jawa selama ini cenderung terbatas pada ornamen pemanis seperti gambar wayang dan lain sebagainya.

“Hanya sedikit yang benar-benar mengembangkan kearifan lokal dalam bangunannya,” kata dia.

Terkait berapa persen total desain bangunan yang ditetapkan, saat ini masih dalam penggodogan di DPRD Solo. (BJ24)