Home Ekbis DPRD Sayangkan Disperindag tak Punya Data Kebutuhan Gula

DPRD Sayangkan Disperindag tak Punya Data Kebutuhan Gula

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Cilacap,20/1 (Beritajateng.net)- Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Chamim Irfani meyayangkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah tidak memiliki data kebutuhan gula khususnya industri makanan dan minuman. Kondisi ini menjadikan pengawasan terhadap distribusi gula rafinasi tidak bisa maksimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Chamim kepada beritajateng.net usai mengunjungi Pabrik Gula Rafinasi PT Dharmapala Usaha Sukses (DUS) di Kawasan Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Selasa (20/1).

Menurut Chamim, lemahnya kontrol pemerintah ini mengakibatkan gula rafinasi banyak ditemukan beredar di pasaran umum.

“Harusnya pemerintah memiliki data pasti kebutuhan industri kita, sehingga bisa dimonitor keberadaan gula rafinasi yang tidak boleh dijual di pasaran umum ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Chamim mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dalam kunjungan kerja di pabrik gula tersebut, ternyata dari 152.000 ton gula rafinasi yang di produksi PT DUS sepanjang tahun 2014 tidak hanya dipasarkan untuk industri di Jawa Tengah tetapi juga di Tangerang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, darimana industri lainnya memperoleh gula rafinasi.

“Ternyata PT DUS menjual juga untuk Mayora yang ada di Tangerang, lalu siapa yang mensuplai kebutuhan industri di Jawa Tengah lainnya?,” tambah Chamim.

Dalam kunjungan kerja tersebut, beberapa anggota dewan mengungkapkan temuannya tentang peredaran gula rafinasi di pasaran lokal. Bahkan beberapa diantaranya tertulis jelas di kemasannya bahwa gula tersebut diproduksi oleh PT DUS.

Menanggapi hal ini Manajer Umum PT DUS Bambang Suwignyo mengakui kalau beberapa distributor pernah kedapatan membocorkan peredaran gula rafinasi produsinya.

“Kami akui tahun 2014 kebawah terdapat 10 sampai 15 persen yang diedarkan oleh distributor. Kami tegas terhadap penyimpangan distribusi yang mungkin terjadi,” tegasnya.

Gula rafinasi adalah gula yang warnanya putih bersih dan biasanya dipasarkan di pasar lokal dengan harga yang lebih murah dibanding gula yang diolah dari tebu rakyat. Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat lebih memilih membeli gula rafinasi.

PT DUS merupakan satu dari 11 pabrik gula rafinasi di Indonesia dan satu satunya yang ada di Jawa Tengah. Pabrik gula yang dimiliki oleh orang India ini saat ini hanya memproduksi gula yang bahan bakunya raw sugar dan diimprot dari Australia, Thailand, Brazil dan beberapa negara Afrika.(BJ013)