Home DPRD Kota Semarang DPRD Kota Semarang Gelar Silaturahmi dan Buka Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat

DPRD Kota Semarang Gelar Silaturahmi dan Buka Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat

193
DPRD Kota Semarang Gelar Silaturahmi dan Buka Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat

Semarang, 21/5 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menggelar buka bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat, yang digelar di halaman Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Semarang.

Hadir dalam gelaran tersebut, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dan K.H. Abdul Aziz dari Semarang Utara yang memberikan tausyiah bertemakan ‘Kuatkan Solidaritas Antar Masyarakat untuk Ciptakan Kondusifitas Kota Semarang’.

Dalam kesempatan itu, K.H Abdul Aziz menekankan perlunya memperkuat solidaritas antar sesama untuk menciptakan Kota Semarang yang kondusif selama Bulan Suci Ramadhan. Apalagi lanjutnya, iklim politik di Indonesia pasca Pemilu 2019 lalu belum sepenuhnya pulih.

“Percayakan sepenuhnya hasil Pemilu lalu ke KPU, jangan ikut-ikutan gerakan People Power yang justru itu akan memperkeruh suasana. Khususnya untuk masyarakat Kota Semarang jangan ikut-ikutan,” katanya.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, kegiatan silaturahmi sekaligus buka bersama dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat ini bertujuan untuk mepererat tali silaturahmi, yang salah satu tujuannya untuk menjaga kondusifitas Kota Semarang selama Bulan Suci Ramadhan.

“Kita mengumpulkan para kyai dan mudin di kota semarang ini, saya percaya optimis di kota semarang kondusif. Karena tadi pesan dari kyai menyampaikan semuanya tidak usah ikut-ikutan gerakan people power,” katanya.

Lebih lanjut, Supriyadi mengungkapkan, terkait siapa yang nantinya memenangkan kuris Presiden baik 01 maupun 02, masyarakat diharapkan dapat menunggu keputusan resmi dari KPU dan tidak ikut terpengaruh dengan gerakan yang hanya akan menghabiskan energi.

“Pemilu kan sudah selesai tentunya semua sudah di serahkan KPU, bagaiamana keputusannya baik yang menang 01 maupun 02 semuanya nunggu keputusan KPU. Kita tidak usah ikut ikutan gerakan people power karena itu hanya akan menghabiskan energi,” ungkapnya.

Untuk masyarakat Kota Semarang sendiri, Lanjut Supriyadi yang juga Politisi PDI Perjuangan itu meyakini, tidak ada yang terpengaruh dengan gerakan tersebut, hal ini mengingat Kota Semarang memiliki kultur yang berbeda dengan Kota-Kota besar lainnya.

“Kota Semarang memiliki kultur yang berbeda dengan kota lain, baik tentang kesadaran hukum, kesadaran politik ini sudah terbukti dengan partisipasi masyarakat yang mencapai 80 persen, ini sudah luar biasa artinya masyarakat sudah menggunakan hak politiknya secara benar,” ungkapnya.

Sementara untuk tetap manjaga kondusifitas di Kota Semarang sendiri, lanjut Supriyadi, pihaknya akan terus berkomunikasi baik dengan para tokoh agama mauapun para tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan perdamaian.

“Kita ada forum silaturahmi antara tokoh agama dan masyarakat yang disana kita berpesan untuk tetap menjaga kondusifitas Kota Semarang, supaya kota semarang ini bisa menjalankan pemerintahan dengan baik, agar kota Semarang ini tidak terpecah belah. Ini kita berharap tokoh masyarakat dan agama ini bisa sama-sama menjaga kondusifitas,” imbuhnya. (El)