Home DPRD Kota Semarang DPRD Kota Semarang Akan Tinjau Kondisi Pasar Peterongan

DPRD Kota Semarang Akan Tinjau Kondisi Pasar Peterongan

291
DPRD Kota Semarang Akan Tinjau Kondisi Pasar Peterongan

Semarang, 12/11 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang berencana melakukan peninjauan Pasar Peterongan pasca dilakukan penertiban oleh Satpol PP Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo, Senin.

Joko menuturkan, penertiban lapak yang berada di jalan raya maupun di atas saluran pada prinsipnya dalam rangka menata Kota Semarang agar keberadaan pedagang tidak menganggu pejalan kaki, pengendara, maupun masyarakat lain.

Adapun relokasi juga dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi para pedagang.

Dia memastikan, para pedagang tidak akan terkena penertiban Satpol PP jika berjualan di dalam pasar.

“Intinya ini bukan pembongkaran, tapi penertiban. Prinsipnya selama pedagang berjualan di jalan atau di saluran dimanapun itu pasti ditertibkan karena ini banyak masukan dari masyarakat,” tutur Joko.

Terkait dengan keluhan pedagang yang menganggap Pasar Peterongan lantai 2 tidak representatif, Joko mengatakan, akan segera melakuan peninjauan.

Selain meninjau bangunan pasar, pihaknya juga ingin berbincang dengan para pedagang untuk mengetahui kemauan para pedagang.

“Kami tidak akan pernah menghilangkan pedagang. Nanti kami lihat seperti apa kondisinya. Jika memang tidak representatif, kami akan dukung untuk bisa menjadi representatif,” tambahnya.

Lanjut Joko, pihaknya akan mendukung dari segi anggaran jika diperlukan revitalisasi pasar agar pedagang merasa nyaman berjualan di Pasar Peterongan.

Senada, Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiyono mengatakan, penertiban pasar tumpah atau pedagangnya meluber hingga keluar pasar memang diperlukan.

Tidak hanya di Pasar Peterongan, beberapa pasar tumpah di Kota Semarang juga perlu ditertibkan.

“Pedagang harus masuk, jangan sampai berdagang tapi mengganggu yang lain. Penertiban di pasar tumpah lain juga perlu dilakukan agar tidak menimbulkan kecemburuan,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Wiwin, penertiban juga harus diimbangi dengan penataan yang baik. Pihaknya akan mendukung revitalisasi pasar tradisional yang dinilai perlu perbaikan.

Dengan begitu, masyarakat akan berbelanja dengan nyaman, di sisi lain pedagang dapat meraup keuntungan tanpa menganggu pengendara maupun pejalan kaki. (El)