Home Hukum dan Kriminal DPRD Jepara Tuding Rekanan Proyek Asal-asalan

DPRD Jepara Tuding Rekanan Proyek Asal-asalan

Anggota komisi D DPRD Jepara saat melakukan monitoring salah satu proyek infrastuktur.
Anggota komisi D DPRD Jepara saat melakukan monitoring salah satu proyek infrastuktur.
Anggota komisi D DPRD Jepara saat melakukan monitoring salah satu proyek infrastuktur.

Jepara, 9/3 (BeritaJateng.net) –Sampai saat ini, masih banyak proyek fisik yang ada di Kabupaten Jepara yang dikerjakan secara asal-asalan. 

Kesalahan tidak hanya pada proses pengerjaan dan pengawasan, namun dari tahap perencanana sudah terjadi kesalahan. Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Jepara Agus Sutisna, saat melaporkan hasil monitoring di sebagain besar wilayah di Kabupaten Jepara.

Menurut Agus, komisi D yang membidangi masalah infrastruktur sudah melakukan monitoring proyek infrastruktur tahun 2014 hampir di semua kecamatan. Hanya empat kecamatan yang belum. Keempatnya yakni Kecamatan Karimunjawa, Kalinyamatan, Welahan dan Batealit.

“Hasilnya, memang sebagian besar proyek infrastruktur yang dilakukan oleh rekanan masih banyak kekurangan,” ujarnya.

Agus mencontohkan, sebagian besar proyek pembuatan talud sungai tahun 2014, kini sudah banyak yang menggantung karena terkikis oleh arus sungai. Seharusnya, dalam perencanaan sudah dihitung menganai besarnya arus sungai yang bisa mengikis talud, sehingga pondasinya bisa diperdalam.

“Namun kenyataannya, bangunan yang baru dibangun itu sudah menggantung. Artinya sejak dari perencanaan sudah salah,” jelas Agus.

Contoh lainnya, lanjut Agus, pengerjaan trotoar jalan di Kecamatan Keling. Pengerasan lapisan tanah untuk totoar tidak dilakukan dengan benar. Sehingga baru selesai dikerjakan, trotoar sudah amblas.

“Untungnya, masih dalam proses pemeliharaan, sehingga kita meminta kepeda rekanan untuk memperbaikinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, meksipun belum semua kecamatan di kunjungi, komisi D DPRD Jepara sudah membuat rekomendasi dan evaluasi kepada dinas terkait. Hal ini penting, agar ke depan pengerjaan proyek di Jepara dilakukan dengan benar.

“Kita meminta kepada dinas terkait untuk mengevaluasi para rekanan, jika dalam masa pemeliharaan ini tidak melakukan perbaikan di titik –titik yang mengalami kerusakan agar diberikan sanksi. Jika masih membandel, maka bisa diblack list,” jelas Agus.

Meskipun dmeikian, kata Agus, terdapat beberapa proyek fisik yang dikerjakan dengan baik. Diantaranya perbaikan kolam renang di kompleks Stadion Gelora Bumi Kartini dan pembuatan penampungan air di Kecamatan Keeling.

“Sebagain besar memang masih ada kekurangan, namun ada juga yang sudah baik. Dan ini perlu terus kita tingkatkan,” jelasnya.

Temuan lain yang didapat Komisi D, lanjut Agus, yakni kondisi jalan raya di Kecamatan Kedung yang memprihatinkan. Pemkab Jepara harus memberikan skala prioritas kepada wilayah ini. Karena selain menjadi daerah yang paling miskin, infrastrukturnya juga banyak yang rusak. 

“Pemkab harus memberikan perhatian lebih,” ujarnya.

Terkait dengan kerusakan jalan raya yang ada di Jepara, kata Agus, dikarenakan banyak saluran drainase yang ada tidak berfungsi dengan baik. 

“Selama ini, ketika melakukan perbaikan atau pembuatan jalan baru, tidak pernah diimbangi dengan pengerjaan saluran air sehingga jalan raya cepat rusak karena tergerus air. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua,” tandasnya. (BJ18)