Home Lintas Jateng DPRD Desak Pengembang Perumahan Payon Amartha Ngaliyan Lengkapi Izin

DPRD Desak Pengembang Perumahan Payon Amartha Ngaliyan Lengkapi Izin

**Gunakan Jalan Kampung, Pengembang Perumahan Payon Amartha Ngaliyan Diprotes Warga

 

Semarang, 16/9 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta pengembang perumahan elite Payon Amartha Ngaliyan untuk menghentikan sementara kegiatan mereka. Pasalnya, warga keberatan dengan akses jalan kampung yang akan digunakan untuk lalu lintas kendaraan proyek para pengembang.

Demikian ditegaskan Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Meidiana Kuswara usai meninjau langsung lokas pembangunan perumahan dan akses jalan yang dikeluhkan warga setempat.

Menurutnya, akses jalan perumahan itu sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan kecil. Saat ini pintu gerbang jalan tersebut sudah dipagari oleh warga sebagai bentuk penolakan kepada pihak pengembang perumahan.

“Atas laporan warga RW 14 Kelurahan Beringin yang berdekatan persis dengan lokasi pembangunan perumahan, kami tindalanjuti dengan sidak ke lapangan, benar adanya jalan itu sempit sekali dan tidak mungkin bisa dilalui kendaraan proyek seperti truk tronton,” ujarnya usai sidak lapangan.

Politikus PDIP ini mengatakan juga, selain masalah protes warga, dari pihak pengembang ternyata belum memiliki IMB dan Amdal Lalin. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada pihak pengembang untuk menghentikan sementara kegaiatan mereka.

“Kami minta pengembang urus dulu izinnya. Tadi kami tanyakan IMB dan Amdal Lalin ternyata belum punya. Alasannya masih dalam proses pengurusan. Dari pihak BLH Kota Semarang juga informasinya belum memberikan rekomendasi,” tegasnya.

Pihaknya sudah meminta kepada warga setempat untuk memantau kegiatan pengembang. Dikhawatirkan mereka tetap beroperasi melakukan kegiatan pembangunan.

Ketua RW 14 Permata Puri Semarang Kelurahan Beringin, Ozi mengatakan, untuk sementara jalan kampung dibuka hanya untuk akses warga menuju pemakaman. Selain itu pihaknya meminta kepada pengembang perumahan untuk menyelesaikan permasalahan dengan warga.

“Jalan hanya bisa dilalui kendaraan kecil. Banyak anak-anak kecil juga sehingga membahayakan jika menjadi lalu lintas kendaraan proyek. Belum lagi debu yang diakibatkan nantinya,” katanya.

Ozi bersama warga sekapat meminta lokasi pembangunan dapat dipertimbangkan tidak harus di dalam perumahan. Dan yang paling penting akses jalan tidak melalui jalan perumahan yang ada.

Project Director Pengembang Perumahan (PP) selaku kontraktor perumahan Payon Amartha, Siswody Djamaludin mengatakan, perizinan sedang dalam proses pengurusan di Pemerintah Kota Semarang. Karena mendapat protes warga, kegiatan pembangunan perumahan berhenti sementara.

“Proyek tetap dilanjutkan. Tapi kami hanya melakukan persiapan saja. Kegiatan konstruksi berhenti sambil menunggu izin keluar. Soal konflik dengan warga, kami akan berkomunikasi lagi agar ada solusi,” katanya usai mendampingi Komisi A meninjau lokasi pembangunan dan akses jalan yang dikeluhkan warga. (Bj05)

Advertisements