Home Headline DP3A Gelar Talkshow Meneladani RA Kartini untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

DP3A Gelar Talkshow Meneladani RA Kartini untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

DP3A Kota Semarang menyelenggarakan Talkshow bertema Meneladani RA Kartini untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Semarang, 23/4 (BeritaJateng.net) – Peringatan Hari Kartini 21 April di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang merupakan momentum yang tepat untuk merefleksi kiprah perempuan di masa kini.

Dalam memperingati hari Kartini, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang menggelar kegiatan talkshow bertajuk Meneladani Kartini Mewujudkan Ketahanan Keluarga di Ruang Lokakrida, Gedung Moch Ikhsan Lantai 8 Balaikota Semarang.

Talkshow yang bertemakan Meneladani Karakter Kartini dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga mengajak perempuan untuk cerdas, kritis dan mandiri.

Acara yang dihadiri 150 peserta ini menghadirkan tiga Narasumber yakni Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi atau yang akrab dipanggil Tia Hendi dan dua psikolog Dr. Rini Sugiarti, MSi, dan Dr. Arri Handayani S.Psi, MSI.

Tema Ketahanan Keluarga diambil mengingat pada masa Pandemi covid-19, banyak perempuan yang memiliki tugas ganda. Selain melakukan tugas tugas keseharian dalam keluarga, tak jarang mereka juga ikut terjun dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

Dekan Psikologi USM Dr Rini Sugiarti selaku pemateri mengakui masalah yang dihadapi perempuan saat ini lebih kompleks.

Oleh karena itu, perempuan harus cerdas dan kritis. Bukan dalam artian cerdas secara akademik dan memiliki nilai rapor yang sempurna. Namun cerdas membaca situasi, dan kritis terhadap masalah kehidupan.

“Dulu Kartini sudah pernah menyampaikan, pentingnya pendidikan untuk perempuan tidak untuk menjadi saingan laki-laki. Tapi untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai manusia,” tutur Hevearita Gunaryanti Rahayu, Wakil Wali Kota Semarang saat membuka acara Rabu (21/4/2021) kemarin.

Menurut Ita-sapaan akrabnya, bila kualitas perempuan baik, maka keluarga akan ikut membaik. Karena perempuan memiliki andil besar dalam ketahanan keluarga. Khususnya pada masa pandemi Covid-19 yang menjadi bencana bagi banyak keluarga.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi yang ikut mengisi talkshow mengatakan hal senada. Ia mengatakan bahwa perempuan harus mandiri, tangguh, dan bermanfaat bagi keluarga, karena di masa pandemi ini peran perempuan sangat penting.

“Jadi perempuan ini ada ditengah-tengah, suami mungkin berdampak, anak dengan adanya daring juga berdampak, tapi perempuan harus bisa memotivasi keluarganya, meningkatkan ekonomi juga, pemenuhan gizi keluarga juga harus tetap terpenuhi, itulah mengapa saya bilang peran perempuan sangat amat penting di masa pandemi,” kata Tia, sapaannya.

Pada acara yang dihadiri kurang lebih 150 tamu undangan tersebut ia mengajak ibu-ibu untuk bersama menjaga ketahanan keluarga. Tim penggerak PKK kecamatan dan kota, perwakilan dasawisma, dan tamu lainnya menghadiri acara dengan mengenakan kebaya.

“Mendidik anak itu bukan tanggung jawab ibu saja.
buy prednisone online rxbuywithoutprescriptiononline.net/prednisone.html no prescription

Tapi bapaknya juga. Untuk menasehati anak zaman sekarang pun nggak bisa langsung dilarang, harus dijelaskan sebabnya. Anak-anak sekarang lebih kritis,” jelas Krisseptiana.

Untuk menguatkan peran perempuan di dalam keluarga, Tia selalu berusaha mengedukasi dalam setiap pertemuan PKK meski dalam bentuk virtual. “Karena memang situasi pandemi kegiatan PKK sangat terbatas tapi bukan berarti tidak ada kegiatan, tapi kita siasati dengan zoom, pembinaan dengan jumlah terbatas, edukasi dan pelaporan yang sifatnya mandiri seperti laporan jentik,” jelasnya.

Selain itu, Tia juga berusaha memberikan edukasi melalui media sosial yang bisa diakses oleh semua kader-kadernya untuk edukasi yang bisa dipelajari secara serentak.
buy zyban online rxbuywithoutprescriptiononline.net/zyban.html no prescription

“Ini saya juga sedang berusaha memberikan edukasi bagi kaum muda melalui media sosial, jadi nantinya perempuan-perempuan muda di Kota Semarang bisa mempelajari perannya dalam rumah tangga maupun dalam masyarakat,” pungkasnya.
buy trazodone online rxbuywithoutprescriptiononline.net/trazodone.html no prescription

Di sinilah relevansi perempuan Indonesia harus memiliki pengetahuan yang setara dengan kaum laki-laki. Pendidikan untuk semua (education for all) harus senantiasa disuarakan dan diimplementasikan di lapangan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seorang wanita mampu mengambil peran sebagai motivator dan edukator anggota keluarga untuk menjaga kesehatannya dan tetap produktif di masa pandemi. “Seorang wanita mampu mengajak keluarganya untuk menjaga dan meningkatkan imunitasnya serta menerapkan protokol kesehatan hingga meminimalkan dampak pandemi di lingkungan keluarganya,” terang Tia. (El)