Home Headline Doni Monardo Donor Plasma Konvalesen

Doni Monardo Donor Plasma Konvalesen

Doni Monardo menjalani donor plasma konvalesen.

JAKARTA, 2/3 (BeritaJateng.net) – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjalani donor plasma konvalesen, Senin (1/3) kemarin di Markas PMI Kramat Raya Jakarta.

Ini merupakan donor plasma pertama yang dilakukan Doni yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pasca dinyatakan negatif Covid-19 pada 12 Februari lalu. Sebelumnya, ia harus menjalani serangkaian pemeriksaan untuk menentukan seseorang layak menjadi pendonor atau tidak.

“Alhamdulillah tentu saya bersyukur kepada Allah SWT atas hasil negatif covid ini. Saya mengucapkan terima kasih, pertama-tama kepada keluarga. Istri, anak-anak, menantu serta cucu, adalah motivator terbaik saya sehingga tetap bersemangat menjalani isolasi mandiri mengenyahkan virus corona dari tubuh saya,” ujar Doni dalam pers rilis yang diterima BeritaJateng, Selasa (2/3).

Seperti yang diketahui, Plasma darah penyintas infeksi Covid-19 yang disebut plasma konvalesen, sangat bermanfaat bagi proses kesembuhan pasien Covid-19 yang masih dalam masa perawatan.

Doni Monardo mengatakan proses donor plasma konvalesen tidak menakutkan. Ia menceritakan, pengalaman pertamanya menjadi pendonor.

“Ini adalah pertama kali saya memberikan donor plasma konvalesen setelah tanggal 12 Februari yang lalu saya dinyatakan negatif dan dirawat selama 20 hari. Pada hari Jumat yang lalu saya telah dilakukan pemeriksaan Apakah saya layak atau tidak menjadi seorang pendonor,” ujarnya.

Doni menuturkan, selama proses transfer plasma darah tersebut tidak ada hal yang berbeda dari donor darah biasa. Menurutnya, yang membuat donor konvalesen sedikit berbeda hanya terletak pada kelengkapan peralatannya saja.

Selebihnya, nyaris tidak ada yang berbeda. “Tapi kalau yang lainnya menurut saya sih sama saja. Tidak ada yang menyolok dan sudah diperiksa semua, tensi juga bagus,” kata Doni.

Di samping itu, mantan Danjen Kopassus tersebut juga mengajak para penyintas Covid-19 untuk bersama-sama menyumbangkan plasmanya.

Dengan donor plasma tersebut, lanjut Doni, maka akan banyak nyawa pasien Covid-19 yang kini tengah menjalani perawatan bisa disembuhkan.

“Jadi besar harapan saya kepada semua pihak yang menjadi penyintas Covid-19 secara sukarela bersedia menjadi pendonor. Karena, dengan donor kita akan bisa lebih banyak nyawa penderita yang sekarang sedang dirawat untuk bisa sembuh,” sambung dia.

Di tempat yang sama, Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB – Satgas Covid-19 mengatakan, pada Jumat lalu Doni Monardo telah berkonsultasi dengan tim dokter Palang Merah Indonesia untuk donor plasma konvalesen dan akhirnya ia menepati komitmennya mendonorkan plasma konvalesen pada Senin (1/3) kemarin.

“Saya ingin menyampaikan nilai keteladanan dari beliau (Doni Monardo,Red) tentang hakikat konsistensi serta satunya kata dan perbuatan,” tegas Egy, yang juga seorang jurnalis itu.

Egy menambahkan, ketika rapat koordinasi membahas plasma konvalesen beberapa bulan lalu, Doni Monardo begitu perhatian. Perlu dicatat, Doni — saat itu — dalam kondisi belum terpapar virus corona. Lalu kurang lebih satu-setengah-bulan kemudian positif corona.

“Dan saat dirinya berpredikat penyintas, langsung minta staf untuk mengatur mekanisme donor plasma konvalesen,” ujar Egy.

Dokter Linda Lukitari Ketua Bidang Pelayanan Darah Palang Merah Indonesia (PMI), yang mendampingi Doni saat donor plasma menyampaikan ihwal 15 kriteria inkluasi donor plasma konvalesen. Antara lain, berusia antara 18 sampai 60 tahun. Berat badan minimal 55 kg.

“Yang tak kalah penting, ada pernyataan sembuh dari pihak rumah sakit,” kata dr Linda Lukitari. (El)