Home Headline DLH Semarang Siapkan Tempat Sampah Infeksius Medis

DLH Semarang Siapkan Tempat Sampah Infeksius Medis

379
Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi S.

SEMARANG, 28/5 (BeritaJateng.net) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk memilah sampah infeksius dari tingkatan rumah tangga sebagai antisipasi penyebaran covid-19. Sampah infeksius ini diantaranya masker, sarung tangan sekali pakai, kain kassa, dan sampah lain yang berpotensi menginfeksi orang lain.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono meminta masyarakat yang biasa menggunakan masker sekali pakai dapat membuang sesuai SOP dari pemerintah. Masker sekali pakai harus digunting sebelum dibuang agar tidak dimanfaatkan kembali oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dia juga meminta masyarakat membuang sampah infeksius di tempat yang khusus.

“Kaos tangan, masker, tisu, yang sekali pakai dibuang di tempat khusus, dimasukan kedalam plastik bening dan diikat. Dipisahkan dari tempat sampah yang lain. Nanti, petugas kebersihan akan menaruh di tong sampah khusus sampah infeksius,” jelas Sapto, Kamis.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah menyediakan tong sampah khusus sampah infeksionis di masing-masing kecamatan. Nanti, petugas akan mengumpulkan sampah infeksius tersebut kemudian akan dikelola layaknya limbah B3 oleh pihak ketiga yang telah ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Di sisi lain, sebagai upaya pencegahan penularan covid-19, Sapto membekali alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga kebersihan yang mengangkut sampah infeksius.

Menurutnya, tugas tenaga kebersihan memiliki resiko yang cukup tinggi. Setiap hari mereka berkeliling kota untuk mengambil sampah. Karena itu, pihaknya membekali mereka dengan APD khusus para petugas kebersihan yang mengambil sampah infeksius dari orang dalam pemantauan (ODP) dan orang yang menjalani karantina mandiri.

“Untuk sampah dari rumah sakit sudah ada yang menangani secara khusus,” ucap Sapto.

Dia melanjutkan, selama masa pandemi covid-19, jam kerja petugas kebersihan berjalan seperti biasa di tengah pandemi. Mereka tidak ada pengurangan jam. Hal ini demi terjaganya kebersihan di Kota Semarang.

“Petugas tetap bekerja seperti biasa, hal ini dilakukan agar kota tetap terjaga kebersihannya. Memang ada yang berkurang, khususnya di kawasan penutupan jalan protokol,” katanya.

Selain dibekali APD, para petugas kebersihan juga diberi suplemen makanan, vitamin, serta paket sembako. (El)