Home Lintas Jateng DJP Kerjasama Dengan Rutan Tangani Penunggak Pajak

DJP Kerjasama Dengan Rutan Tangani Penunggak Pajak

image

Solo, 5/12 (Beritajateng.net) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II menjalin kerja sama dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surakarta dalam menangani para pengusaha yang tidak membayar pajak atau menunggak pajak.

Pihaknya melakukan kerja sama dengan Rutan Kelas 1 Surakarta dalam menangani pengusaha yang tidak bayar wajib pajak, sehingga mereka harus sandera dan dititipkan di Rutan, kata Kepala Kanwil DPJ Jateng II Yoyok Satiotomo, usai penandatanganan kerja sama di Rutan Kelas 1 Surakarta, Jumat.

Menurut dia, pihaknya melakukan koordinasi dengan Rutan Surakarta tersebut hanya dalam penanganan sandera bagi pengusaha yang tidak mau bayar pajak.

Menurut dia, jumlahnya di wilayah Jateng II meliputi eks Keresidenan Kedu, Banyumas, dan Surakarta sekitar puluhan perusahaan atau sekitar 36 pengusaha dan nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah.

“Mereka tidak bayar wajib pajak atau menunggak karena pura-pura miskin dan saat ditagih tak punya uang. Padahal, saat usahanya jaya tidak menyetorkan wajib pajak yang benar atau sesuai aturan,” katanya.

Menurut dia, dengan banyaknya penunggak wajib pajak yang bandel tersebut sehingga kerja sama dengan Rutan ini dapat dititipkan pengusaha yang terkena sandera dari Kanwil DJP.

“Kami menitipkan sandera penungguk pajak ke Rutan, tetapi biaya makan dan sebagainya ditanggung oleh Kanwil DPJ terkait,” katanya.

Menurut dia, tahun ini belum ada titip sandera pengusaha yang tidak bayar wajib pajak, tetapi mulai awal 2015 kemungkinan ada satu dua orang yang disandera karena tidak mau melunasi pajak.

“Mereka akan disandera selama belum melunasi pajaknya yang harus dibayarkan,” katanya.

Menurut Kepala Rutan Kelas 1 Surakarta, R. Andika Dwi Prasetya, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan pihak Kanwil DJP Jateng II tentang penitipan sandera bagi penunggak wajib pajak tersebut. Rutan juga berfungsi sebagai penyaderaan dan hal ini sudah ada Undang-Undangnya.

“Kami siap sewaktu-waktu ada titipan istilahnya sandera pengusaha yang menunggak pajak dari Kanwil DJP Jateng II itu,” katanya.

Menurut Andika Dwi Prasetya, sandera titipan dari DJP tentunya dengan ruangan khusus yang tidak dicampurkan dengan warga binaan lainnya. Namun, mereka selama Rutan dengan fasilitas sama dengan warga binaan lainnya.

“Sandera mengemplang wajib pajak yang dititipkan di Rutan, kebutuhan makan setiap harinya ditanggung oleh Kanwil DJP,” katanya.

Ia menjelaskan, jumlah penghuni Rutan Kelas 1 Surakarta ini, hingga saat ini, sebanyak 527 orang baik statusnya Napi maupun tahanan. Jumlah itu, terdiri wanita 28 orang, tiga anak-anak, sedangkan 496 orang laki-laki.

Kanwil DJP Jateng II selain kerja sama dengan Rutan Kelas 1 Surakarta, juga bidang penegak hukum lainya seperti Kepolisian, dan Kejaksaan Negeri.(ant/pj)