Home Headline Diundang Pimpinan DPRD Tidak Datang, Dirut Bank Jateng dan PT. Jamkrida Dinilai...

Diundang Pimpinan DPRD Tidak Datang, Dirut Bank Jateng dan PT. Jamkrida Dinilai Lecehkan Dewan

817
Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman, SS

SEMARANG, 24/6 (Beritajateng.net) – Dirut Bank Jateng Supriyatno dan Dirut PT. Jamkrida Jateng Nazir Siregar tidak datang secara pribadi dan mewakilkan salah satu direksinya dalam Rapat dengan Pimpinan DPRD Jateng yang dilaksanakan di Ruang Rapat Banggar Gedung Berlian, Jumat (19/6) yang lalu.

Ketidak hadiran dua dirut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sahamnya sebanyak 51 persen dimiliki Pemprov Jateng tersebut dinilai melecehkan lembaga DPRD Jateng.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman, SS mengungkapkan, kedua dirut BUMD yang mangkir tersebut diwakili oleh Pujiono Dir Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng dan Adi Nugroho Direktur Operasional PT Jamkrida Jateng. Padahal dalam undangan yang dikirimkan beberapa hari sebelumnya jelas ditulis dengan huruf tebal agar hadir secara pribadi dan tidak mewakilkan.

“Pak Ketua (Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto) bersikap tegas dengan mengusir mereka. Ini sebuah catatan tebal bahwa mereka diusir dalam pertemuan itu karena dirut harus hadir secara pribadi,” ungkapnya kepada media di ruang kerjanya, Rabu (24/6).

Kronologi pengusiran tersebut, beber Politisi PKB ini berawal dari perkenalan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Jateng terhadap para direksi BUMD dan Perusda. Ketua dewan membacakan absen satu persatu karena selama ini belum mengenal secara pribadi para direksi. Ketika membaca daftar hadir Bank Jateng dan PT Jamkrida Jateng diketahui kalau yang hadir bukan dirutnya. Maka seketika itu juga ditanyakan kemana dirutnya.

“Yang bank Jateng mengatakan dirut tidak datang karena bertemu Rektor UGM sedang Dirut Jamkrida dikatakan ada kegiatan lainnya. Ya sudah akhirnya tegas mereka diusir,” bebernya.

Sukirman menjelaskan, rapat yang diadakan tersebut merupakan konsolidasi antara pimpinan DPRD Jateng dengan para Dirut BUMD dan Perusda di lingkungan Pemprov Jateng.

Agenda dalam rapat tersebut ada dua hal. Pertama Evaluasi kinerja BUMD dan Perusda di Pemprov Jateng dan kedua melakukan cek atau monitoring terkait hasil Rakor Pendapatan yang dilaksanakan pada Bulan Pebruari yang lalu di Surakarta. Sekarang ini juga menghadapi pembahasan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Dari satu sisi kontrol kenaikan pendapatan dan seterusnya apalagi ini korona, ada potensi pendapatan kita menurun. Kita ingin mendorong BUMD dan perusda agar lebih meningkatkan kinerja dan Bisnis Plannya,” katanya.

Lebih lanjut Sukirman mengatakan, ketidakhadiran dirut dalam rapat ini jelas sangat mengganggu. Tujuan rapatpun tidak bisa dilaksanakan karena mereka tidak hadir secara pribadi.

“Bagaimana kita bisa membicarakan penyertaan modal, bagaimana membicarakan persoalan persoalan yang ada di Bank Jateng kalau direktur utamanya tidak bisa hadir secara langsung. Bank Jateng di Jogja dan Jakarta itu dari dulu bermasalah. Nek butuh duwit wae, butuh penyertaan modal geger tapi kalau kemudian pada saat dibutuhkan untuk komunikasi dengan DPRD nggak mau hadir, jangan gitu dong! ini menyangkut martabat kelembagaan harus saling menghargailah,” ucapnya dengan nada tinggi.

Sukirman menambahkan, selama tidak ada itikad baik untuk bersilaturahim dengan DPRD Jateng secara kelembagaan, Bank Jateng dan Jamkrida dalam sisi penyertaan modal akan diketati dan kalau ada persoalan, DPRD tidak akan ikut bertanggungjawab.

“Penyertaan modalnya kita ketati dan kalau ada masalah silakan diselesaikan sendiri. Kita tidak akan ikut bertanggung jawab. Itu Jamkrida sebagai perusda baru juga harus komitmen komunikasi dengan DPRD,” pungkasnya.

(NK)