Home Headline Dituduh Lakukan Politik Uang Untuk Capres 01, Ini Jawaban Bambang Krebo

Dituduh Lakukan Politik Uang Untuk Capres 01, Ini Jawaban Bambang Krebo

256

SEMARANG – Kemenangan telak pasangan Capres 01 Jokowi – Ma’ruf Amin atas Prabowo – Sandi di Jawa Tengah adalah berkat kerja keras semua partai koalisi terlebih PDI Perjuangan. Konsolidasi pemenangan di tubuh Partai Banteng Moncong Putih ini dikatakan sangat rapat dan terus menerus dilakukan selama 4 tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menanggapi tuduhan Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sriyanto Saputro yang mengatakan bahwa kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin di Jawa Tengah karena politik uang yang dilakukan secara masif.

“Kami tidak melakukan politik uang untuk pemenangan Capres 01. Kalau kami money politik pasti Bawaslu sudah mempermasalahkan sejak awal. Sampai sekarang tidak ada,” ungkapnya di Panti Marhaen, Sabtu (18/5).

Pria yang akrab disapa Bambang Krebo ini justru mengatakan kubu 02 sepertinya tidak legawa dan sulit menerima kekalahan.

“legawa dan menerima kekalahan itu memang sulit,” tandasnya.

Lebih lanjut Bambang Krebo mengatakan, wajar jika pasangan Jokowi-Ma’ruf menang di Jateng. Sebab Jateng dikenal sebagai kandang banteng. Sejak pemilu 1999 hingga 2019, PDI Perjuangan selalu menang di Jateng.

“Konsolidasi kami rapat. Sejak pilkada, membentuk pandu juang, komunitas juang. Tujuannya untuk memenangkan pertarungan, baik pilkada, pileg, maupun pilpres,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Krebo tersebut.

Dia menambahkan, di Pileg 2019, PDI Perjuangan meraih 42 dari total 120 kursi DPRD Jateng. Selain itu, jumlah kursi DPRD kabupaten/kota di Jateng yang diraih mencapai 463. Jumlah tersebut meningkat 76 kursi dari Pileg 2014.

“Tingkat partisipasi pemilih juga tinggi, 79 persen. Dengan partisipasi tinggi tersebut, mereka yang memilih Jokowi, juga memilih caleg-caleg PDI Perjuangan,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Semarang tersebut.

Dia berharap, jika kubu Prabowo-Sandi kalah di Jateng, hendaknya tidak menuduh kubu 01 melakukan politik uang yang masif.

“Kalah ya sudah kalah, nggak usah nuduh partai lain melakukan money politic yang masif. Toh dari hasil survey, Jokowi memang diprediksi menang di Jateng ,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan, kekalahan Prabowo-Sandi di Jateng akibat politik uang yang masif. Bahkan, menurut dia, hal itu terjadi hampir di seluruh dapil Jateng.

“Hampir merata (sebarannya), polanya lewat paket caleg koalisi 01,” katanya.

Bambang menambahkan, pihaknya memang menggunakan sistem paket saat berkampanye untuk memenangkan partai sekaligus pasangan 01. Namun bukanlah paket politik uang.

“Sistem paket yang digunakan istilahnya tandeman, calon DPRD kabupaten/kota, provinsi, DPR RI, dan Jokowi-Ma’ruf. Bukan money politic,” ungkapnya.

Dia menantang Gerindra untuk membuktikan tuduhannya jika benar menemukan praktik politik uang dilakukan parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf.

(NK)