Home Headline Ditipu, Jemaah Umroh Laporkan Jasa  Divan Global Indonesia ke Polisi 

Ditipu, Jemaah Umroh Laporkan Jasa  Divan Global Indonesia ke Polisi 

Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 20/6 (Beritajateng.net) –
Puluhan calon jemaah umrah laporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh PT Divan Global Indonesia (DGI) yang berkantor di Jalan Soekarno-Hatta No 176 C Pedurungan Semarang.

Mereka melaporkan ke Polrestabes Semarang karena tak kunjung diberangkatkan ke tanah suci.

Kepada polisi seorang korban Fikri Hidayat (35) warga Jalan Jendral Sudirman nomor 96 Godong Grobogan mengaku melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib, karena dari management PT Divan dinilai tidak ada itikad baik untuk 
memberangkatkan nasabah umrah.

“Kami sudah menunggu 18 bulan. Jadi saya kira sudah melewati batas pemberangkatan umrah tak juga dilaksanakan,” katanya saat melapor ke SPKT Polrestabes Semarang, Sabtu (20/6).

Fikri menambahkan setelah kian menunggu lama, sudah melakukan upaya kekeluargaan agar bisa uang yang terlanjur masuk bisa kembali, namun juga tidak ada kejelasan.

“Kami bersama 30 orang sudah berusaha melakukan jalur kekeluargaan untuk membahas kejelasan, atau pengembalian uang apabila tidak jadi berangkat,” imbuhnya.

Saat ditanyakan langsung pihak PT Divan hanya bisa memberikan janji palsu.

“Ada dugaan uang biaya umrah milik para nasabah tersebut ludes digunakan untuk bisnis peralatan dalam bidang penjualan alat kesehatan, properti, mata uang asing, dan koperasi. Sehingga pemberangkatan jamaah umrah PT Divan gagal dilaksanakan,” jelasnya.

Fikri sendiri mengaku mengambil paket umroh eksekutif dengan program umroh bersama istri. 

“Saya ikut sama istri senilai total Rp 22 juta,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Fikri, total semua nasabah di rombongannya yang mengalami nasib sama berjumlah 30 orang. Kerugiannya bermacam-macam, mulai Rp 10 juta hingga Rp 40 juta.  

“Saya mulai daftar 2012, sesuai perjanjiannya, akan diberangkatkan September 2013 lalu. Tapi perjanjian itu tidak ditepati,” katanya.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan sejumlah nasabah lain yang menjadi korban.(BJ04)