Home Headline Ditinggal Rapat, Tas Berisi Dokumen Penting Raib

Ditinggal Rapat, Tas Berisi Dokumen Penting Raib

image
Ilustrasi

Semarang 11/4 (Beritajateng.net)-Nasib apes menimpa Syamsul Huda (50) warga Loureng RT 2 RW 1 Kelurahan Loireng, Kecamatan Sayung, Demak. Sebuah Mobil Honda Jazz yang terparkir di Jalan Pamularsih Semarang, dibobol pencuri.
Akibat kejadian tersebut tas warna hitam berisi sejumlah dokumen penting raib dibawa kabur pencuri. Dokumen penting itu yakni dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPj) bantuan dana hibah Gubernur Jawa Tengah kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng tahun 2014. 
Merasa dirugikan akhirnya melaporkan peristiwa pencurian tersebut ke Polrestabes Semarang.
Syamsul menceritakan peristiwa pencurian terjadi ketika ia, bersama tiga orang temannya mengikuti rapat di kantor DPD Gerindra Jateng di Jalan Pamularsih Semarang. Namun sampai di depan kantor DPD Gerindra Jateng, mobil Honda Jazz tersebut diparkir di tepi jalan. 
“Saya sudah kunci pintu mobil ketika akan mengikuti rapat,”katanya.
Namun tak disangka usai rapat selesai, ia bersama tiga temannya beranjak pulang mendapati pintu mobil sudah rusak. Sedangkan tas berisi sejumlah dokumen penting itu berada di dalam mobil.
“Modus pelaku beraksi dengan cara merusak kunci pintu mobil sebelah kanan,”jelasnya.
Selain, berkas dokumen LPj bantuan dana hibah Gubernur Jawa Tengah kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng tahun 2014, sejumlah dokumen lain juga turut raib dicuri. Di antaranya 9 flash disc, dompet berisi kartu anggota PWI, kartu wartawan utama, kartu ATM Bank Mandiri, kartu ATM Bank BRI, kartu kredit Bank Mandiri, dan kartu anggota Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jateng. 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun seorang sumber bahwa laporan pertanggung jawaban (LPj) bantuan dana hibah Gubernur Jawa Tengah kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng tahun 2014 kurang lebih senilai Rp 850 juta. Deadline LPj tersebut harus diserahkan paling lambat pada Senin (13/4) mendatang. 
Hingga saat ini Satreskrim Polreatabes Semarang masih menangani kasus ini.(BJ04)