Home Headline Diterjang Banjir Bandang, 10 Rumah Warga Rusak

Diterjang Banjir Bandang, 10 Rumah Warga Rusak

Kondisi rumah perkampungan warga terlihat kumuh dan kotor dipenuhi sampah dan endapan lumpur.
Kondisi rumah perkampungan warga terlihat kumuh dan kotor dipenuhi sampah dan endapan lumpur.

Kendal, 5/3 (BeritaJateng.net) – Banjir bandang yang terjadi Rabu (4/3) malam kemarin di wilayah Kecamatan Kaliwungu mengakibatkan sedikitnya 10 rumah di tiga desa rusak parah. Luapan air sungai Aji yang menerjang saat itu, juga menyisakan lumpur serta sampah di seluruh pemukiman warga.  

Rumah warga yang rusak parah ada di tiga desa yakni desa Protomulyo, Desa Krajan Kulon dan Desa Kutoharjo setelah diterjang derasnya banjir bandang yang berasal dari luapan sungai Aji, akibat diguyur hujan deras selama dua jam lebih.  

Kerusakan paling parah dialami Desa Protomulyo, khususnya di Dusun Proto Wetan. Di desa tersebut, setidaknya ada delapan rumah yang rusak parah. Sedangkan rautsan rumah lainnya sempat terendam banjir hingga ketinggian satu meter lebih.

Menurut warga, air dari sungai Aji dan sungai Bendo yang mengalir ke pemukiman warga. Tiba-tiba meluap setelah sebelumnya di guyur hujan deras.

Akibat diterjang aliran sungai, sejumlah rumah milik warga rusak terutama yang berada di pinggir sungai.

Untungnya sesaat sebelum air meluap dan menerjang rumah, sejumlah warga ada yang memilih mengungsi dan ada pula yang tetap bertahan menjaga barang-barang berharga miliknya.  

Seperti salah seorang warga setempat, Muhaimin (45) mengaku sempat terjebak banjir di dalam rumahnya yang setinggi satu meter lebih. Tidak hanya barang berharga yang hanyut, ternak unggas miliknya pun tidak luput ikut terbawa banjir.  

“Aliran air sangat deras sekali mas, hampir ada satu meter. Padahal saya sendiri jaga-jaga di dalam rumah, sedangkan anak-anak berada di atas meja,” ujarnya.

Sementara itu, delapan rumah yang rusak parah akibat diterjang banjir bandang di dukuh Proto wetan Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan yakni milik Muhaimin, Sayudin, Khueri, Agus Salim, Semin, Rubiah, Suriah dan Supartinah. Mereka berada di RT 02 RW 02 tidak sempat menyelamatkan barang dan ikut hanyut terbawa banjir.  

Kerusakan juga terjadi di Desa Krajan Kulon, rumah milik Slamet Abdullah warga Kampung Setamanan hancur dan jebol akibat diterjang banjir. Padahal, rumah miliknya terbuat dari tembok. Tapi tembok ikut jebol terbawa derasnya arus sungai.  

Pagi harinya, Badan Penanggulangan Bencana Baerah (BPBD) Kabupaten Kendal mulai melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan. Hingga Kamis (5/3) siang, warga masih membersihkan sisa lumpur yang ada di jalan dan dalam rumah. Sedangkan warga yang rumahnya rusak parah masih mengungsi di rumah tetangga. (BJ19)