Home Lintas Jateng Ditemukan Merica Bubuk Diduga Palsu

Ditemukan Merica Bubuk Diduga Palsu

image

Kudus, 19/6 (Beritajateng.net)-Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Pemkab Kudus bersama Polres dan Satpol PP menggelar operasi di sejumlah pasar untuk memastikan adanya peredaran merica palsu. Hasilnya, petugas menemukan merica bubuk yang diduga tidak asli.

Menurut keterangan Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar), Sudiharti ditemui disela operasi mengatakan, operasi yang dilakukan tersebut merupakan agenda rutin. Tujuannya, untuk melindungi konsumen dari barang membahayakan. Dalam operasi ini, sasaran utama mendetekasi kemungkinan beredarnya merica palsu.

Terkait temuan adanya merica bubuk yang diduga palsu, Sudiharti mengaku belum bisa memastikannya. Untuk memastikan bahwa merica tersebut benar-benar palsu atau merica asli yang dicampur merica palsu harus dilakukan uji laboratorium.

”Harus diuji laoboratorium, kalau tidak begitu kita hanya bisa menduga-duga,” tegas Sudiharti, Jumat (19/6).

Jika dilihat dari bentuk dan baunya, lanjutnya, merica bubuk tersebut diduga kuat palsu. Atau sangat mungkin tidak murni dalam arti merica asli dicampur dengan yang palsu sehingga baunya agak aneh tidak seperti merica pada umumnya.

Sementara itu menurut penjualnya, Jumiati (36) warga Desa Trangkil, Kabupaten Pati mengaku mendapatkan merica bubuk tersebut dari seorang suplier yang datang ke tokonya belum lama ini. Menurutnya, kala itu dia mengambil 10 bungkus dengan harga Rp 4 ribu per bungkus dan dijual Rp 5 ribu per bungkus.

”Saya membelinya dari suplier baru kemarin, karena biasanya penjual kerak telor nyarinya merica bubuk. Saya memang membeli 10 bungkus dan sekarang tinggal lima bungkus. Saya tak tahu apa-apa pak, hanya jualan,” tutur wanita berjilbab sembari menahan tangis karena takut berurusan dengan polisi.

Pedagang lain, Masriah, mengaku pernah tertipu oleh suplier yang menjual merica palsu. Dikatakan, sekitar setengah tahun lalu dia kulakan 10 kilogram merica berkualitas standart dan super. Beberapa hari kemudian, ada konsumen yang datang memprotes, pembeli itu bilang merica yang saya jual palsu.

”Ya sudah, uangnya saya kembalikan dan supliernya tidak pernah datang lagi. Karena pengalaman itu, saya hanya mau kulakan ke suplier yang benar-benar sudah saya kenal,” katanya.

Sementara menurut KBO Reskrim Polres Kudus, Ipda Heri Purwanto mengatakan, pemasok dan pedagang, yang mengedarkan merica palsu bisa dijerat UU 36/2009 tentang Kesehatan dan UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Perbuatan tersebut menurutnya jelas merugikan konsumen dan sekaligus membahayakan kesehatan.

”Tetapi kita tidak serta merta menyeret pedagang pengecer yang ketahuan menjual merica palsu dengan kedua undang-undang tersebut. Kita akan terlusuri dulu sejauh mana keterlibatannya, apakah ada unsur kesengajaan atau benar-benar tidak tahu,” tandasnya. (BJ12)