Home Lintas Jateng Dispertan Jateng Tindak Tegas Distributor Pupuk Nakal

Dispertan Jateng Tindak Tegas Distributor Pupuk Nakal

Boyolali, 1/12 (BeritaJateng.Net) – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, menyatakan, siap menindak tegas distributor, pengalur, dan pengecer pupuk bersubsidi di Kabupaten Boyolali yang nakal.

“Kami akan tindak tegas dan dapat dicabut izin usaha distributor, penyalur hingga pengecer pupuk yang nakal,” kata Kepala Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultural, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, Amman Pranoto, di Boyolali, Senin.

Menurut Pranoto, sanksi pertama terhadap distributor, penyalur, dan pengecer pupuk yang nakal diberikan peringatan teguran terlebih dahulu, dan kedua pembinaan.

Namun, bagi distributor atau penyalur setelah mendapat teguran masih nekat melakukan pelanggaran lagi, dapat ditindak tegas dengan dicabut izin usahanya.

Menurut dia, pencabutan izin usaha tersebut dilakukan dengan proses oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), yang memberikan rekomendasi kepada penyalur yang nakal tersebut untuk dicabut izin penjualannya.

“KP3 tidak mempunyai kewenangan untuk mencabut izin penjualan pupuk, tetapi yang dapat hanya dilakukan oleh produsen,” katanya.

Menurut dia, distributor, penyalur dan pengecer pupuk yang dinilai melakukan pelanggaran atau nakal, misalnya mereka mendistribusikan pupuk urea tidak tepat sasaran. Artinya, penjualan pupuk jauh dari Harga Eceran Teringgi (HET), dan tindak penyelewengan penyaluran pupuk atau dijual di luar daerah.

“Kami dengan kegiatan rapat evaluasi ini, berguna untuk pembinaan di tingkat lapangan agar penyaluran pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran, bermutu, tepat waktu dan harga jual sesuai HET,” katanya.

Ia menjelaskan, soal untuk penyusunan usulan alokasi pupuk di Kabupaten Boyolali pada 2015 masih menunggu penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari kelompok tani dari 267 Desa/ Kalurahan.

Menurut Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pasca-Panen, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Boyolali, Ibnu Sutopo, kuota pupuk untuk wilayah Boyolali masih disusun dan menunggu hasil permintaan para kelompok tani.

Setelah RDKK seluruh kelompok tani di Boyolali masuk di Distanhutbun, maka segera diformulasikan usulan kuota pupuk 2015 ke Gubernur Jawa Tengah.

“Di Boyolali, ada sekitar 2.000 kelompok tani. Mereka kini masih menyusun RDKK kebutuhan pupuk,” katanya.

Namun, pihaknya berharap kuota pupuk 2015 yang diusulkan minimal sama dengan tahun sebelumnya seperti jenis urea yakni sebanyak 27 ribu ton per tahun. (ant/pri)