Home Headline Disperkim Data Pohon-pohon Mati Peneduh Jalan di Semarang

Disperkim Data Pohon-pohon Mati Peneduh Jalan di Semarang

Pohon pulai atau Alstonia Scholaris dan tanaman hias bougenville, dan lidah mertua ditanam di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman depan Pasar Karangayu. 

Semarang, 19/7 (BeritaJateng.net) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang akan mendata  pohon-pohon peneduh jalan yang mati, setelah belum lama ditanam. Pohon-pohon yang mati tersebut tersebar di sejumlah jalan dan taman kota. Sebab Disperkim memang sedang masiv melakukan penghijauan dengan penanaman pohon.

“Iya akan ada pendataan, ada inventarisasinya. Didata berapa jumlah pohon yang bisa hidup dan yang mati,” jelas Kepala Disperkim, Ali, Minggu (18/7).

Dia mencontohkan, salah satu jenis pohon yang menjadi pilihan untuk penghijauan di tepi jalan dan taman bernama  Pohon Pulai/Pule (Alstonia Scholaris). Pohon ini dipilih karena cukup rindang, mudah hidup, serta pertumbuhan akarnya disebut tidak terlalu merusak infrastruktur seperti trotoar.

Pohon Pule yang ditanam, kata dia,  memang tidak semua dapat langsung hidup. Begitupun dengan beberapa jenis pohon lain yang ditanam untuk upaya penghijauan kota.

Dalam penanaman pohon, lanjut dia, ada dengan sistem kontrak pihak kedua atau swasta. Di mana Disperkim membeli pohon itu sampai hidup dan tumbuh.

“Artinya kalau mati, mereka harus menggantinya. Namun ada juga yang penanamannya dari Disperkim,” terang Ali.

Dia menjelaskan, penanaman tanaman keras juga butuh perawatan ekstra. Terlebih ditanam dengan suhu panas perkotaan. Sehingga butuh penyiraman yang cukup.

“Yang jelas upaya penghijauan ini terus dilakukan. Pak Wali Kota ingin Kota Semarang ini ada oksigennya. Makannya kami juga diminta untuk belajar ke Kota Surabaya untuk studi banding penghijauan seperti ini,” beber Ali.

Pihaknya juga menjelaskan menggandeng program corporate social responsibility (CSR) dalam upaya penghijauan ini. Sehingga akan lebih banyak yang berperan bergerak bersama.

Selain upaya penghijauan dengan menanam tanaman keras, Disperkim juga telah mempercantik jalanan kota dengan tanaman bunga. Seperti jenis Bunga Kertas/Bugenvil (Bougainvillea), serta Lidah Mertua (Sansevieria).

Jenis Sansevieria sudah mulai ditanam dan ditata di median jalan, Jalan MGR Soegija Pranoto atau di depan Pasar Karangayu. Serta di Underpass Jatingaleh. Tanaman Bunga Kertas ini dinilai tahan panas ,kemudian Sansevieria mampu menghirup Karbondioksida (CO2) lebih banyak.   (Ak/El)