Home Lintas Jateng Dishub Optimalkan Operasional Terminal Mangkang

Dishub Optimalkan Operasional Terminal Mangkang

Terminal Mangkang Semarang

Semarang, 25/6 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengoptimalkan peningkatan operasionalisasi pengembangan atau renovasi Terminal Tipe A Mangkang yang rampung akhir tahun 2020, lalu.

Bahkan ada surat edaran dari pengelola Terminal Tipe A Mangkang bahwa 19 Juli 2021 mendatang, semua armada bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) maupun bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) sudah diwajibkan masuk ke terminal yang berada perbatasan Semarang Kendal, tepatnya di Jalan Raya Mangkang-Semarang, Mangkang Kulon.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P. Martanto mengatakan, Dishub siap mengoptimalkan terminal Tipe A Mangkang bisa segera melakukan operasional bus AKDP dan AKAP dengan baik. Tentunya, bersama-sama dengan Dishub Propinsi Jawa Tengah, karena pengelolaan Terminal ini sudah ada di Kemenhub atau pusat.

“Nanti kita bantu semua armada, agen, pengelola otobus (PO), untuk masuk ke terminal tipe A. Apalagi, sudah ada surat edaran dari kepala Terminal Mangkang yang ditujukan kepada semua agen dan PO bus,” kata Endro, Kamis (24/6/2021).

Dikatakan Endro, Dishub mengimbau semua agen, maupun PO bus untuk mematuhi surat edaran yang dikeluarkan dari pengelola Terminal Tipe A Mangkang yang mewajibkan semua armada mulai 19 Juli 2021 masuk ke dalam terminal.

“Baik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di sana. Tujuannya, baik – agar penumpang lebih terarah, bus bisa parkir di tempat yang layak. Dan, tidak parkir dan berhenti di pinggir jalan sembarangan, maupun di terminal bayangan,” ujarnya.

Endro menambahkan bagi para agen yang masih berada di terminal bayangan untuk masuk semua ke terminal tipe A Mangkang dengan disediakan tempat baru yang lebih representatif.

“Kami mengimbau kepada seluruh stake holder, armada bus, agen, PO bisa bekerjasama mematuhi imbauan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tujuannya agar memperlancar arus lalu lintas di kota Semarang, tertib,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Terminal Tipe A Mangkang, Reno Adi Pribadi mengatakan, terkait aturan yang mewajibkan semua armada untuk masuk terminal, pada bulan Juni 2021 ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara masif kepada agen dan pengelola atau pemilik perusahaan otobus (PO) agar armadanya, serta agen yang ada di daerah Krapyak bisa masuk ke terminal.

“Kita sudah lakukan sosialiasi, nanti ada surat sosialisasi pertama kepada agen dan terminal bayangan, kemudian surat sosialasi di bulan Juli 2021 minggu pertama dan kedua untuk masuk ke terminal Mangkang mulai 19 Juli 2021 ini,” katanya.

Reno Adi menjelaskan, setelah masuk Terminal Mangkang pada 19 Juli 2021 mendatang jika masih ada agen atau bus nakal yang nekat akan mendapatkan surat peringatan. Surat peringatan ini kata Reno diberikan sampai tiga kali. Jika agen masih ada di terminal bayangan dan bus masih berhenti di terminal bayangan dan bila sudah tiga kali, kita akan melakukan penegakkan hukum gabungan. Misalnya, di agen bus yang ada di Krapyak dan lainnya.

Reno Adi juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang untuk melakukan penegakkan hukum, terkait aktivitas terminal bayangan. Tercatat, ada tiga terminal bayangan yang ada di Kota Semarang, yakni Terboyo, Sukun, dan Krapyak.

“Sosialisasi dengan perkumpulan agen sudah kita lakukan,” tambahnya. Dari survei yang dilakukan, rata-rata setiap hari tercatat ada 375 bus tidak masuk ke Terminal Mangkang. Padahal dari segi trayek, ada bus jurusan Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Solo, Surabaya, Malang dan Banyuwangi.

“Jumlah ini cukup besar. Kalau dirata-rata setiap jam ada 12 bus yang melintas tidak masuk Terminal Mangkang, malah berhenti di tiga terminal bayangan itu,” pungkasnya. (Ak/El)