Home DPRD Kota Semarang Dishub Kota Semarang Diminta Tertibkan Terminal “Bayangan”

Dishub Kota Semarang Diminta Tertibkan Terminal “Bayangan”

Semarang, 20/1 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan Kota Semarang, Jawa Tengah, diminta untuk menertibkan terminal-terminal “bayangan” di sepanjang jalur menuju Terminal Mangkang jika pemindahan terminal diberlakukan.

“Pertama, terminal `bayangan` di Jalan Setiabudi, tepatnya di ujung Tol Banyumanik,” kata Penyidik Terminal Tipe A Mangkang Kementerian Perhubungan Wasito di Semarang, Kamis.

Kedua, kata dia, terminal “bayangan” di persimpangan Kubro Kaligawe, Semarang, dan ketiga adalah terminal “bayangan” di samping SPBU Krapyak, Jrakah, hingga Tugu.

Menurut dia, keberadaan terminal “bayangan” itu menjadi kendala dan memicu persoalan sebab banyak bus yang berhenti mencari penumpang yang membuat bus tidak masuk ke dalam terminal.

“Banyak agen tiket bus membuka kios di tepi-tepi jalan. Itu tidak hanya menjual tiket, tetapi juga menaik-turunkan penumpang. Kalau ini tidak ditertibkan, tentu saja akan menjadi masalah,” katanya.

Persoalan yang ditimbulkan dari terminal “bayangan”, kata dia, bukan hanya bus yang tidak masuk ke dalam terminal, tetapi juga memicu kesemrawutan dan kemacetan arus lalu lintas.

“Penertiban terminal `bayangan` menjadi kewenangan Dishub Kota Semarang berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang. Ya, ini kan demi kelancaran pemindahan terminal,” katanya.

Kalau keberadaan terminal “bayangan” di beberapa titik itu dibiarkan, lanjut dia, akan memengaruhi kelancaran pemindahan transit bus dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang dan Penggaron, Semarang.

Wasito mengakui terminal “bayangan” hanya merupakan salah satu dari sekian kendala yang dihadapi dalam penataan terminal, sementara lainnya, antara lain minimnya penerangan dan persediaan air.

“Terminal Mangkang Semarang yang luasnya sekitar tujuh hektare hanya memiliki satu sumur aktif untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Idealnya, harus ada minimal tiga sumur,” katanya.

Dari aspek sumber daya manusia (SDM), kata dia, masih terdapat kekurangan personel yang saat ini hanya berjumlah 47 petugas, sementara idealnya membutuhkan setidaknya 120 personel.

“Mengenai kios, sebetulnya tidak ada masalah. Ada 150 kios di Terminal Mangkang yang bisa ditempati untuk para pedagang kaki lima (PKL) yang saat ini berada di Terminal Terboyo,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi juga menyoroti keberadaan terminal-terminal “bayangan” yang membuat keberadan terminal tidak maksimal.

“Terminal `bayangan` kan membuat bus tidak mau masuk terminal. Padahal, Terminal Mangkang telah dibangun dengan dana ratusan miliar. Selain itu, membuat kemacetan lalu lintas,” kata politikus PDI Perjuangan itu. (Bj/El)