Home Lintas Jateng Diserang Hama Wereng dan Jamur, Panen Padi Terancam Gagal

Diserang Hama Wereng dan Jamur, Panen Padi Terancam Gagal

Diserang Hama Wereng dan Jamur, Panen Padi Terancam Gagal
      BLORA, 24/1 (BeritaJateng.net) – Memasuki masa panen, sejumlah tanaman padi di desa sendangwungu kabupaten Blora mulai diserang hama wereng dan jamur. Sejumlah petani pun terancam gagal panen. Pasalnya tanaman padi yang sudah siap panen menjadi menguning dan bulir padinya layu.
       Sukiman (56) petani asal dukuh Seren desa Sendangwungu mengatakan, hama wereng dan jamur mulai menyerang tanaman padinya sejak 1 Minggu yang lalu. Dari luas lahan 7500 meter persegi ada sekitar 500 meter yang sudah diserang hama wereng dan jamur.
       Menurutnya jika hal ini tidak segera diantisipasi, maka hama tersebut akan menjalar ke seluruh tanaman padinya.
        “Pertama jamur, kemudian baru wereng. Ini yang sebelah sudah kena jamur, putih semua. Kalau dibiarkan bisa gagal panen,” ungkapnya, Rabu (24/1/2018).
“Kena wereng fatal, kena jamur juga fatal,” imbuhnya.
       Sukiman mengaku, meski sudah dilakukan penyemprotan dengan pestisida, ia pastikan akan tetap mengalami kerugian. Pasalnya tanaman padi yang sudah memutih akibat diserang jamur, bulirnya dipastikan sudah tidak bisa dipanen.
         “Kalau sudah kena jamur, pasti padinya ga bisa diambil. Kalau dijual pun tidak ada yang mau, jadi tetap rugi,” terangnya.
        Senada disampaikan Sumirah, petani asal dukuh boto desa sendangwungu yang mengaku hama wereng dan jamur juga sudah mulai menyerang padinya.
       “Di boto hampir semuanya diserang mas, tanaman saya juga kena, tpi alkhamdulillah tidak terlalu banyak”, ucapnya.
        Selain rugi akibat tidak bisa panen secara maksimal, penderitaan para petani juga semakin bertambah dengan mahalnya biaya obat hama yang mencapai Rp 50.000 sampai Rp 70.000. Padahal untuk sekali penyemprotan para petani minimal.membutuhkan 2-4 obat.
        “Yang kami keluhkan adalah obatnya yang mahal. Itu saja belum tentu padi yang kena jamur bisa diselamatkan,” tutup Sukiman.
(MN/El)