Disdik Sebut SMPN 16 Semarang Bakal Direlokasi Tahun 2023 Ini

Semarang, 20/1 (BeritaJateng.Net) – Pembangunan tol Semarang-Batang memang berdampak pada banyak bangunan termasuk bangunan sekolah yakni SMPN 16 Semarang yang harus tergusur untuk pembangunan jalan tol tersebut. Namun baru pada tahun 2023 ini SMPN 16 baru akan direlokasi ke tempat yang baru.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Suwarto mengatakan lokasi yang disediakan untuk pemindahan SMPN 16 masih di daerah Ngaliyan tepatnya di sebelah Pizza Hut Ngaliyan. Suwarto mengatakan jika lokasi yang digunakan untuk merelokasi SMPN 16 memang baru didapatkan tahun 2022 lalu.

“Saat ini masih proses pematangan lahan dan luasannya sekitar dua hektar,” kata Suwarto, Jumat (20/1).

Terkait dengan besaran anggaran yang digunakan untuk pembanguanan SMPN 16 ini, Suwarto merebut belum bisa menyebutkannya. Pasalnya hingg saat ini dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) belum masuk. Namun ia menyebut jika anggaran yang digunakan berasal dari dua sumber yakni APBD dan APBN.

Nantinya lelang juga akan dilakukan terpisah karena menggunakan dua sumber anggaran. Sementara itu, sebagian fasilitas sekolah akan dibangun oleh pihak Jasa Marga dengan menggunakan APBN. Sedangkan sebagian lagi akan dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggunakan APBD.

Meski demikian, pihaknya akan memastikan spesifikasi pembangunan akan sama karena mengacu pada detail engineering design (DED) yang memang sudah direncanakan.

“Namun yang jelas antara yang dibangun pakai APBD dan APBN lokalnya beda tapi sama-sama membangun kelas. Spesifikasinya mengacu pada DED. Luasan kelas berapa meter tidak akan ada perbedaan,” ungkapnya.

Suwarto berharap pembangunan SMPN 16 ini bisa selesai pada tahun ini sehingga para siswa bisa segera pindah dari sekolah lama ke sekolah baru. Nantinya setelah proses kegiatan belajar mengajar pindah maka bekas lahan SMPN 16 rencananya akan digunakan untuk exit tol.

“Mudah-mudahan tahun ini selesai. Kalau sudah memenuhi semua ya langsung pindah karena lahan yang lama akan dibuat akses exit tol,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menyampaikan, anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan SMPN 16 ini sebesar Rp 12,9 miliar. Pembangunan ini dilakukan oleh Jasa Marga dari hasil tukar guling lahan yang sudah dimulai sejak Desember 2022.

Anang menyebut pembangunan yang dilakukan dengan menggunakan APBD hingga saat ini memang belum dilakukan. Anggaran dari APBD sebesar Rp 10,5 miliar.

“Kalau yang dari APBD masih nunggu proses lelang,” bebernya.

Pihaknya mengaku akan terus memantau perkembangan pembangunan SMPN 16 dan mendorong agar pembangunan sekolah tersebut segera terealisasi.

“Kami berharap pembangunan gedung relokasi SMPN 16 segera terealisasi agar hak-hak masyarakat khususnya keluarga besar dan civitas akademika SMPN 16 terpenuhi,” jelasnya. (Ak/El)

Leave a Reply