Home News Update Disdik Imbau Sekolah Bersiap Hadapi UN Online

Disdik Imbau Sekolah Bersiap Hadapi UN Online

image

Purwokerto, 24/3 (Beritajateng.net) – Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau sekolah-sekolah bersiap menghadapi ujian nasional “online” karena pada 2015 baru tiga sekolah yang siap melaksanakannya.

“Tahun ini hanya tiga sekolah, yakni SMA Negeri Ajibarang, SMK Negeri 1 Purwokerto, dan SMK Negeri 2 Purwokerto,” kata Kepala Disdik Banyumas Purwadi Santosa di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (24/3) seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan bahwa tiga sekolah yang akan melaksanakan UN “online” tersebut sudah melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meskipun belum final.

Kendati demikian, dia mengaku optimistis jika tiga sekolah tersebut bisa melaksanakan UN “online” atau berbasis sistem “computer based test” pada tahun 2015.

Menurut dia, saat ini tinggal menunggu penetapan dari Pustekkom dan Puspendik bahwa tiga sekolah itu sudah siap melaksanakan UN “online”.

“Kami koordinasi terus dengan Pustekkom karena kalau sudah dinyatakan UN ‘online’ tidak berubah menjadi tidak ‘online’. Jangan sampai dalam waktu yang sudah dekat ternyata tidak bisa ‘online’,” katanya.

Lebih lanjut, Purwadi mengharapkan jumlah sekolah di Kabupaten Banyumas yang akan menerapkan UN “online” pada tahun berikutnya semakin banyak karena tidak dilaksanakan secara tiba-tiba sehingga sekolah-sekolah lainnya bakal mempersiapkan diri.

“Tahun ini kan tiba-tiba, dalam hitungan beberapa bulan harus sudah menyatakan kesiapan. Kalau besok (tahun berikutnya, red.), sudah banyak yang tahu sehingga sekolah-sekolah akan menyiapkan diri untuk menerapkan UN ‘online’, cuma kami tidak bisa menyebut berapa jumlahnya namun kami yakin akan lebih banyak,” jelasnya.

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya mendorong sekolah-sekolah untuk menyiapkan perangkat guna menyongsong pelaksanaan UN “online”.

Selanjutnya, kata dia, Pustekkom dan Puspendik akan melakukan evaluasi guna memastikan apakah sekolah tersebut memenuhi syarat untuk melaksanakan UN “online”.

Jika sekolah itu dinyatakan memenuhi syarat, lanjut dia, Pustekkom bersama Puspendik akan memonitor dan mengevaluasi (monev) terhadap perangkat yang ada di sekolah-sekolah.

“Setelah itu, baru dikoneksikan dengan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Kami selanjutnya menyiapkan para siswa supaya siap menghadapi UN seperti itu (UN ‘online’, red.),” katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga memberitahu kepada orang tua siswa dan masyarakat bahwa UN yang akan dilaksanakan oleh anak-anak mereka berbeda dengan yang lain.(ant/BJ)