Home Headline Dirut PT Jamkrida: Saya Hormati Keputusan Ketua Dewan

Dirut PT Jamkrida: Saya Hormati Keputusan Ketua Dewan

435
Dirut PT Jamkrida Jateng Nazir Siregar, Foto: Dokumentasi Pribadi

SEMARANG, 24/6 (Beritajateng.net) – Kekecewaan Pimpinan DPRD Jateng terkait ketidakhadiran Dirut Bank Jateng dan PT Jamkrida Jateng saat rapat koordinasi antara Pimpinan Dewan dengan Dirut BUMD dan Perusda Provinsi Jateng Jumat (19/6) yang lalu direspon dengan cepat oleh Dirut PT Jamkrida Jateng Nazir Siregar.

Melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi Beritajateng.net, Nazir mengungkapkan, PT Jamkrida Jateng mendukung dan menghormati keputusan Pimpinan DPRD terkait pemberitaan di Beritajateng.net. Ditegaskan bahwa sebelumnya dirinya selalu datang jika ada undangan dari dewan.

“Tidak ada niatan untuk melecehkan lembaga, sebelumnya saya selalu hadir jika ada undangan dari DPRD, suwun,” bunyi pesan WhatsApp yang diterima redaksi beritajateng.net, Rabu (24/6) malam.

Nazir menjelaskan, pihaknya menerima undangan dari DPRD Jateng pada hari Kamis (18/6) siang melalui fax untuk hadir pada hari Jumat, Sementara pada hari Jumat (19/6) dia berada di jakarta untuk meeting (tidak menyebutkan meeting dengan siapa).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman mengatakan, Pimpinan DPRD Jateng merasa dilecehkan karena Dirut Bank Jateng dan Dirut PT Jamkrida Jateng tidak hadir dalam rapat konsolidasi sebagaimana undangan Ketua DPRD Jateng. Kedua dirut tersebut malah mewakilkan kepada direksi lainnya padahal dalam undangan tersebut ditulis dengan huruf tebal diminta untuk hadir secara pribadi dan tidak mewakilkan. Alhasil direksi yang mewakili kedua dirut tersebut diusir dari ruang rapat.

Menurut Sukirman, agenda dalam rapat tersebut ada dua hal. Pertama Evaluasi kinerja BUMD dan Perusda di Pemprov Jateng dan kedua melakukan cek atau monitoring terkait hasil Rakor Pendapatan yang dilaksanakan pada Bulan Pebruari yang lalu di Surakarta. Sekarang ini juga menghadapi pembahasan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Dari satu sisi kontrol kenaikan pendapatan dan seterusnya apalagi ini korona, ada potensi pendapatan kita menurun. Kita ingin mendorong BUMD dan perusda agar lebih meningkatkan kinerja dan Bisnis Plannya,” katanya.

Lebih lanjut Sukirman mengatakan, ketidakhadiran dirut dalam rapat ini jelas sangat mengganggu. Tujuan rapatpun tidak bisa dilaksanakan karena mereka tidak hadir secara pribadi.

“Bagaimana kita bisa membicarakan penyertaan modal, bagaimana membicarakan persoalan persoalan yang ada di Bank Jateng kalau direktur utamanya tidak bisa hadir secara langsung. Bank Jateng di Jogja dan Jakarta itu dari dulu bermasalah. Nek butuh duwit wae, butuh penyertaan modal geger tapi kalau kemudian pada saat dibutuhkan untuk komunikasi dengan DPRD nggak mau hadir, jangan gitu dong! ini menyangkut martabat kelembagaan harus saling menghargailah,” ucapnya dengan nada tinggi.

(NK)