Home DPRD Kota Semarang Dirumahkan Tanpa Pesangon, 350 Ex-karyawan PT Luxindo Mengadu Ke Dewan

Dirumahkan Tanpa Pesangon, 350 Ex-karyawan PT Luxindo Mengadu Ke Dewan

Ex Karyawan PT Luxindo duduk-duduk menunggu kepastian pesangon perusahaan setelah mereka dirumahkan.

Semarang, 13/1 (BeritaJateng.net) – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengakui, secara umum iklim perekonomian dunia melemah. Sehingga mau tidak mau berpengaruh kondisi perekonomian di Indonesia, termasuk di sejumlah perusahaan di Kota Semarang. Seperti halnya yang terjadi di PT Luxindo.

“PT Luxindo ini merupakan anak perusahaan yang berpusat di Perancis. Di tingkat pusat, perusahaan ini telah dinyatakan pailit. Otomatis, perusahaan di Semarang turut terkena imbasnya,” terang Anang.

Pihaknya dalam kasus tersebut mengaku telah mengambil langkah. Terutama untuk menindaklanjuti aduan para karyawan yang selama dua bulan ini tidak digaji. Namun sampai sekarang masih diupayakan.

“Karena kami belum berhasil bertemu dengan pihak manajemen perusahaan. Mereka sudah tidak ada kegiatan. Ownernya sudah tidak ada,” katanya.

Salah satunya pihaknya akan memanggil pihak BPJS. Hal itu untuk pengurusan terkait BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, maupun Jaminan Hari Tua (JHT) agar bisa cair tanpa membuat pengunduran diri. “Harusnya secara aturan, pihak perusahaan menge-close terlebih dahulu. Tetapi akan kami upayakan agar bisa cair,” katanya.

Sedangkan untuk permasalahan yang menimpa karyawan PT Simoplas masih terkatung-katung, karena belum menemukan solusi tepat. “Sejauh ini (PT Simoplas) masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” kata Anang. (EL)

Advertisements