Home Lintas Jateng Dirjen KAI: Ribuan Perlintasan Tanpa Palang Pintu Akan Ditangani Bertahap

Dirjen KAI: Ribuan Perlintasan Tanpa Palang Pintu Akan Ditangani Bertahap

P_20150609_163609

Semarang, 10/6 (BeritaJateng.net) – Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko menegaskan keberadaan perlintasan tak berpalang pintu, termasuk perlintasan liar yang akan ditangani secara bertahap.

“Kalau melihat dari seluruh Indonesia ada 8.000-9.000an perlintasan. Namanya, liar kan tidak bisa dihitung,” katanya saat meninjau kesiapan angkutan Lebaran 2015 di Stasiun Tawang Semarang.

Hermanto didampingi oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro melakukan tinjauan kondisi perlintasan rel Jakarta-Semarang sebagai bentuk persiapan menghadapi angkutan Lebaran tahun ini.

Ia mengakui langkah untuk menutup perlintasan liar memang tidak bisa dilakukan dengan mudah, sebab perlu langkah koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah.

Namun, ia segera meminta seluruh kepala daerah operasi (daops) PT KAI untuk mendata keberadaan perlintasan dan menyusun program lima tahun ke depan bersama pemda setempat, termasuk di Jawa Tengah.

“Mana (perlintasan, red.) yang akan ditutup dulu, terutama perlintasan yang liar-liar. Mana yang akan dilengkapi pintu dan dijaga, dan mana yang akan dibuat ‘underpass’ atau ‘flyover’,” katanya.

Menurut dia, persoalan masih adanya perlintasan sebidang yang cukup banyak memang tidak bisa diselesaikan secara sekaligus, melainkan harus diupayakan penyelesaiannya secara bertahap.

Akan tetapi, ia memastikan untuk langkah yang sifatnya urgensial, utamanya terkait angkutan Lebaran sudah melakukan koordinasi dengan pemda dan kepolisian untuk menjaga perlintasan rawan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemda dan kepolisian untuk menjaga tempat-tempat rawan, termasuk perlintasan yang dianggap rawan. Kami koordinasikan agar dijaga aparat kepolisian,” kata Hermanto.

Sementara itu, Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan pihaknya akan mengerahkan semua pasukan untuk mengawasi titik-titik rawan, termasuk perlintasan liar yang memang sangat membahayakan.

“Ya, yang kami istilahkan perlintasan liar itu memang tidak bisa dihindari. Namun, semua armada atau pasukan akan kami kerahkan, seperti Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) yang setiap saat mengawasi,” katanya.

Demikian pula, kata Edi, satuan keamanan PT KAI yang setiap saat akan berkomunikasi secara kewilayahan untuk memantau kondisi perlintasan yang membutuhkan bantuan, terutama perlintasan tanpa palang pintu. (Bj05)