Home Hukum dan Kriminal Direktur BKK Terancam Hukuman 20 Tahun

Direktur BKK Terancam Hukuman 20 Tahun

(ilustrasi)

Karanganyar, 11/11 (BeritaJateng.Net) – Direktur Utama Badan Kredit Kecamatan (BKK) Karanganyar, Jateng, berinisial MN terancam hukuman dua puluh tahun penjara terkait dugaan korupsi yang dilakukannya.

 

Selain MN, Polres Karanganyar juga menetapkan tujuh orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut yaitu, ST, HH, SH, EP, HT, DY, dan RW, kata Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana di Mapolres Karanganyar, Selasa (11/11).

 

Selain menetapkan delapan tersangka, Polres Karanganyar juga mengamankan enam unit mobil All New Avanza berikut STNK dan BPKB, dokumen kredit serta uang tunai sepuluh juta rupiah sebagai barang bukti.

 

AKBP Martireni Narmadiana yang didampingi Kepala Satuan Reskrim Polres Karanganyar AKP Agus Suslistianto mengatakan akibat adanya penyelewengan ini negara dirugikan sekitar Rp3 miliar.

 

Ia mengatakan atas perbuatannya, MN dan ST diduga melanggar Primer Pasal 3, Subsider Pasal 4, junto Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Korupsi. Jo. Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman penjaara 20 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

 

Dikatakan tersangka HH diduga melanggar Primer Pasal 3, Subsider Pasal 4 Jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55,56, 65 KUHP dengan ancaman jukuman penjara 20 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

 

Sementara itu untuk tersangka SH,EP,HT,DY dan RW diduga melanggar Primer pasal 3, subsider pasal 4 Jo Pasal 18 UU RI No.31 Tahun 1999 tentag pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55,65 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun denda maksimal Rp1 miliar.

 

Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, mengatakan, setelah melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para tersangka, tim penyidik Kriminal Khusus Polres Karanganyar menemukan bahwa para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp3 miliar lebih.

 

“Kasus ini sejak 2012. Setelah kami lakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi, kami menemukan fakta, bahwa tersangka ini telah melakukan tindak pidana korupsi. Modus yang digunakan para tersangka adalah dengan menggunakan anggaran dari BKK untuk rental mobil,” kata Kapolres.

 

Sementara itu, terkait tidak dilakukan penahanan terhadap para tersangka, Kapolres beralasan, para tersangka kooperatif selama dilakukan pemeriksaan. (ant/pri)

Advertisements