Home Headline Dinsos Beri Pelatihan Pembuatan ‘Bunga Gladiol Kertas’ Penghuni Pondok Boro Semarang

Dinsos Beri Pelatihan Pembuatan ‘Bunga Gladiol Kertas’ Penghuni Pondok Boro Semarang

Dinsos Beri Pelatihan Pembuatan 'Bunga Gladiol Kertas' Penghuni Pondok Boro Semarang

SEMARANG, 31/8 (BeritaJateng.net) – Dinas Sosial menggandeng W124 Mercedes-Benz Boxer Club Indonesia (MBCI) Semarang Chapter memberikan pelatihan pembuatan bunga gladiol kertas bagi warga yang tinggal di Pondok Boro Semarang, Selasa (31/8/2021). Pelatihan diharapkan bisa membantu warga dari sisi finansial.

Ketua Umum W124 MBCI Semarang Chapter, Yunicko Inderasakti mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian MBCI Semarang Chapter kepada warga.

Pihaknya ingin warga semulanya merupakan gusuran dari Kanjengan bisa mandiri secara finansial.  Dia ingin warga terutama ibu-ibu tidak lagi nganggur atau tidak mencari uang dengan upaya yang salah semisal mengemis atau mengamen.

“Kalau kami kasih bantuan berupa barang sehari dua hari ajan habis. Kalau diberi seperti ini, kami beri pancingnya,” ujar Nicko, sapaannya.
Menurutnya, pembuatan gladiol ini sangat simpel. Pekerjaan ini bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.

Tak hanya dilatih membuat produk, warga juga diarahkan dalam pemasarannya. Nantinya, hasil karya bunga gladiol kertas dsri warga akan dibeli. Dia berharap, warga bisa membuat secara rutin sehingga bisa memiliki pendapatan.

“Enaknya, gladiol yang dibuat akan ada yang beli. Kami harap warga bisa benar-benar memanfaatkan keterampilan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Dinas Sosial, Anggie Ardhitia mengucapkan terima kasih kepada W124 MBCI Semarang Chapter yang telah peduli terhadap warga di Pondok Boro.

Dia memaparkan, warga yang tinggal di Pondok Boro merupakan gusuran dari Kanjengan, kawasan Johar. Mereka sudah diberi tempat yang layak oleh Pemerintah Kota Semarang.  Setelah dipindah, muncul persoalan ekonomi yang harus segera ditangani bersama.

Menurutnya, perlu ada solusi agar ada perputaran ekonomi. Paling tidak pelatihan ini bisa menjadi solusi atas persoalan ekonomi warga setempat.

“Ini baru yang ibu-ibu. Nanti ke depan kami siapkan bapak-bapak agar mereka juga memiliki pendapatan,” tambahnya. (Ak/El)