Home Headline Dinkes Jateng Tekan Jumlah Angka Kematian Ibu dan Bayi

Dinkes Jateng Tekan Jumlah Angka Kematian Ibu dan Bayi

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 27/1 (Beritajateng.net) – Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menekan jumlah angka kematian ibu melahirkan yang mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.

“Angka kematian ibu melahirkan memang merupakan persoalan kompleks dan penyelesaiannya perlu melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat sendiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo di Semarang, Selasa.

Ia mengatakan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, angka kematian ibu melahirkan terus mengalami peningkatan, bahkan pada 2014 tercatat 711 kasus.

“Pada 2013 tercatat sebanyak 668 kasus, kemudian 2012 tercatat 675 kasus, 2011 tercatat 668 kasus, dan 611 kasus kematian ibu melahirkan terjadi pada 2010,” ujarnya.

Dari ratusan kasus itu, angka kematian ibu melahirkan paling banyak tercatat di lima kabupaten di Provinsi Jateng, yaitu Brebes, Tegal, Grobogan, Pemalang, dan Pekalongan.

“Angka kematian ibu melahirkan paling banyak terjadi di Kabupaten Brebes dengan 73 kasus, disusul Tegal dengan 47 kasus, Grobogan 43 kasus, Pemalang 40 kasus, dan Pekalongan 39 kasus,” katanya.

Yulianto mengaku heran karena sebagian besar kasus kematian ibu melahirkan itu, terjadi di rumah sakit, bahkan ditangani oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Menurut dia, ada sejumlah faktor utama yang menjadi penyebab kasus kematian ibu melahirkan masih tinggi, antara lain belum merata dokter kandungan yang bertugas di Jateng.

“Saat ini dokter kandungan yang bertugas di Jateng sebanyak 204 orang, dan 72 dokter di antaranya berada di Kota Semarang. Hal itu diperparah dengan adanya dokter yang menangani pasien di beberapa rumah sakit,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang ditemui terpisah mengaku sudah meminta jajaran Dinkes Jateng untuk segera menurunkan angka kematian ibu melahirkan.

“Ini merupakan tamparan bagi saya dan saya sudah minta Kepala Dinkes untuk segera membuat program untuk menurunkan tingginya angka kematian ibu melahirkan,” katanya.(ant/bj02)

Advertisements