Home Lintas Jateng Dinas PU Semarang Nyatakan Banjir Genuk Telah Kering

Dinas PU Semarang Nyatakan Banjir Genuk Telah Kering

Berbulan-bulan Diterjang Banjir, Warga Genuk Terserang Berbagai Penyakit
          SEMARANG, 9/3 (BeritaJateng.net) – 13 kelurahan di Kecamatan Genuk Kota Semarang, terdapat sebanyak sembilan kelurahan di antaranya sempat terdampak banjir. Lima kelurahan di antaranya masuk kategori parah, yakni Muktiharjo Lor, Trimulyo, Terboyo Wetan, Genuksari dan Gebangsari. Namun saat ini hampir semuanya telah surut. Tinggal beberapa titik permukiman warga yang masih ada genangan air.
         Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan secara umum, banjir di wilayah Genuk Semarang telah kering. “Sedangkan untuk air yang masih menggenangi beberapa titik di perkampungan, itu karena air terjebak aja. Kalau bisa ya ditangani menggunakan pompa portable. Sehingga air bisa dibuang keluar,” katanya.
         Dikatakannya, untuk wilayah permukiman, perkampungan maupun saluran-saluran yang kecil, ia meminta agar pihak kecamatan untuk melakukan penanganan menggunakan pompa portable. “Tapi secara sistem, sebetulnya semua sudah kering. Saya lihat sudah tidak ada perkampungan yang masih banjir. Sesuai dengan kewenangan PU adalah menangani jalan-jalan yang besar,” katanya.
         Dikatakannya, persoalan penanganan banjir hingga saat ini masih dalam proses penanganan normalisasi sungai. Baik sungai Tenggang, Sringin Baru, Sringin Lama, saat ini sedang penanganan. “Tinggal menunggu saja. Termasuk normalisasi sungai Banjir Kanal Timur. Normalisasi Banger kemarin sudah selesai. Sungai Babon, perkembangannya nanti lihat saja. Yang jelas intinya kan ada di Tenggang Sringin,” katanya.
        Mengenai pro kontra pembendungan sejumlah sungai di wilayah tersebut yang dinilai justru menjadi ‘biang kerok’ penyebab banjir, Iswar tidak sependapat. Menurutnya, pembendungan sungai untuk saat ini tetap harus dilakukan. “Sungai tetap harus dibendung. Hanya saja, persoalannya saat ini penanganan kan belum selesai. Kalau nanti sudah selesai tidak ada persoalan. Project aja belum 100 persen kok. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tetap berjalan, kalau tidak salah sudah mencapai 70 persen,” katanya.
          Selain itu, pihaknya bersama BBWS juga sedang melakukan pengetesan polder Ruunawa Waru. “Saya kira tinggal menunggu selesai saja.
theteacherpreneur.com/wp-content/languages/new/research-paper-help.html

Kalau semua project nanti selesai, insyaallah persoalan banjir beres,” katanya.
         Sedangkan dampak kerusakan jalan akibat banjir, lanjut dia, saat ini telah ditangani oleh pemerintah pusat.
theteacherpreneur.com/wp-content/languages/new/help-writing-an-essay.html

Pemkot Semarang tidak bisa menangani jalan nasional karena merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Kalau ditangani Pemkot Semarang bisa babak belur anggarannya. Pemerintah pusat kan masih punya anggaran, saat ini alat berat sudah sana,” ujarnya.
         Sementara itu, Camat Genuk, Ali Muchtar, mengatakan beberapa hari lalu memang masih ada sejumlah titik wilayah kelurahan di Kecamatan Genuk terendam banjir. Tetapi saat ini hampir semuanya telah surut dan kering.
theteacherpreneur.com/wp-content/languages/new/essay-writing-website.html

“Tinggal beberapa titik yang rumahnya rendah. Air tidak bisa keluar, itu kan ceritanya lain. Saya punya pompa portable dua unit nanti dipakai keliling untuk penanganan,” katanya.
          Sementara ini pihaknya masih melakukan pemetaan di wilayah permukiman mana saja yang masih ada genangan air. Nanti akan dilakukan penyedotan menggunakan pompa portable. “Kalau secara umum sudah surut semua, tinggal sisanya saja,” katanya. (El)