Home Ekbis Dinas Pasar Mulai Bangun Lapak Darurat Pasar Waru Semarang

Dinas Pasar Mulai Bangun Lapak Darurat Pasar Waru Semarang

Salah seorang anak memungut sisa-sisa kebakaran pasar Waru Semarang.

Semarang, 28/11 (BeritaJateng.net) – Lapak darurat untuk pedagang Pasar Waru Semarang pascakebakaran sudah mulai dibangun Dinas Pasar Kota Semarang di jalan depan bangunan pasar yang bekas terbakar.

Pantauan BeritaJateng.net di lokasi, Senin, para pekerja mulai mendirikan bangunan lapak darurat yang didesain dengan kerangka baja ringan dimulai dari sisi barat dan selatan Pasar Waru Semarang.

Di sela pengerjaan lapak darurat, sejumlah pedagang Pasar Waru terlihat mulai membongkar lapak-lapak darurat yang sebelumnya mereka dirikan dengan bahan seadanya untuk berjualan.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengatakan pemasangan kerangka baja ringan untuk lapak darurat Pasar Waru sebenarnya sudah dimulai sejak Minggu (27/11) lalu.

“Kami sudah memesan rangka baja yang disiapkan untuk lapak darurat bagi pedagang (Pasar Waru, red.) yang akan direlokasi. Targetnya, 30 hari ke depan lapak darurat sudah jadi,” katanya.

Ia menyebutkan total anggaran pembangunan lapak darurat Pasar Waru mencapai sekitar Rp1,7 miliar untuk 350 pedagang dengan luasan masing-masing lapaknya berukuran 1,5×1,75 meter.

Pembangunan lapak darurat, kata Trijoto, akan dilakukan secara bertahap, sembari menunggu pedagang membongkar lapak-lapak darurat yang mereka dirikan sebelumnya dan pengaturan lalu lintas.

Sementara itu, Evi (45) pedagang Pasar Waru mengakui keberadaan lapak darurat sangat membantu pedagang untuk secepatnya memulai berdagang pascakebakaran pasar tradisional itu.

Ia berharap pembangunan lapak-lapak darurat untuk pedagang Pasar Waru itu bisa segera dirampungkan karena para pedagang ingin bisa segera berjualan kembali dan memulai usahanya.

“Kami harus secepatnya memulai usaha, ya, dari awal. Mayoritas pedagang sini (Pasar Waru, red.) mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah akibat kebakaran,” kata pedagang sayuran itu.

Selain itu, Evi tentu berharap pembangunan Pasar Waru pascakebakaran segera dimulai dan jangan sampai berlarut agar para pedagang bisa kembali memanfaatkan sebagaimana semula.

Senada, Suhir yang juga pedagang Pasar Waru sudah bersiap membongkar lapak-lapak darurat sederhana yang dibikinnya untuk berjualan pascakebakaran untuk mempercepat pembangunan lapak darurat.

“Semua pedagang Pasar Waru yang menjadi korban kebakaran berharap mendapatkan jatah lapak sementara yang dibangun Pemerintah Kota Semarang,” kata pedagang tahu yang sudah puluhan tahun di Pasar Waru itu.

Bahkan, kata dia, para pedagang Pasar Waru juga berharap Pemkot Semarang sekalian menanggul Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang karena seringkali sungai itu meluap dan membuat pasar kebanjiran.

Kebakaran menghanguskan ratusan los dan puluhan kios pedagang di Pasar Waru yang terletak di kawasan Sawah Besar, Semarang, Jumat (18/11) malam, yang berlangsung selama sekitar dua jam.

Api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 19.30 WIB dan dengan cepat membesar yang menghanguskan deretan lapak dan kios di pasar tradisional itu dan baru bisa dipadamkan pukul 21.30 WIB. (Bj)

Comments are closed.