Home Kesehatan Dinas Kesehatan Blora Kesulitan Data ASN yang Positif

Dinas Kesehatan Blora Kesulitan Data ASN yang Positif

dr Jamil Kabid Pelayanan RSUD Blora

BLORA, 23/6 (BeritaJateng.net) – Dinas Kesehatan Kabupaten Blora kesulitan mendata jumlah ASN yang terpapar covid 19. Ini lantaran Organisasi Perangakat Daerah (OPD) tidak melaporkan jumlah pegawai yang psoitif.

“Kita tidak ada data, karena dari masing masing OPD tidak melaporkan, mereka yang terpapar rata rata isolasi mandiri dan Work from Home (WFH),” tandas Edi Widayat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Blora (Rabu, 23/6/2021).

Menurut Edi Widayat yang penting saat ini tetap waspada, kasus covid meningkat , Blora zona merah.

“Blora zona merah mas, yang penting tetap waapada. Ini tempat tidur (TT) di dua rumah sakit umum Pemerintah 70 persenya kita siapkan untuk pasien covid 19 yang bergejala, ” ungkap Edi Widayat.

Dua rumah sakit umum pemerintah itu adalah rumah sakit umum dr. Soetidjono Blora dan dr Soeprapto Cepu.

“Besuk akan ditambah lagi TT rumah sakit bantu (Rumkitban) Blora atau rumah sakit DKT, 100% akan digunakan untuk pasien covid 19,” imbuhnya.

Terpisah Kabid. Pelayanan dr. Muh Jamil Muhclisin membenarkan hal tersebut. Kalau kemarin hanya 30% saja yang di pakai untuk pasien covid 19, kini 70 %.

“Ya benar, sekarang 70% TT, kita sediakan untuk pasien cocor yang bergejala sedang dan berat, ” kata dr. Jamil

Jumlah TT di RSU Blora, lanjut Jamil, total ada 168 TT. Yang 100 disiapkan untuk pasien covid 19.

“Kita tidak menolak pasien. Tapi tempat kita kan terbatas, kalau hanya bergejala ringan kita sarankan isolasi mandiri dirumah, ” jelasnya.

Menurutnya pasien yang diduga suspek covid jika masuk UGD itu melalui Screening, kalau disertai sesak nafas itu baru bisa diterima, dan harus dirawat.

“Sesak nafas pada pasien itu, disebabkan karena saturasi oksigen turun, normalnya kan 95% kalau dibawahnya berarti paru parunya kekurangan oksigen,” paparnya. (Her/El)