Home Headline Dikejar Petugas, Tersangka Pengganjal ATM Terjun ke Jurang dan Tewas

Dikejar Petugas, Tersangka Pengganjal ATM Terjun ke Jurang dan Tewas

Mobil yang digunakan pelaku pengganjal ATM
Mobil yang digunakan pelaku pengganjal ATM
Mobil yang digunakan pelaku pengganjal ATM

Kebumen, 3/8 (Beritajateng.net) –Karena menghindari kejaran petugas dan masyarakat, seorang tersangka pengganjal mesin ATM berinisial  ZA (45) nekad terjun kedalam jurang sedalam 40 an meter di Desa Banjarharjo, Kecamatan Ayah, Kebumen.

Tersangka tewas mengenaskan akibat benturan dengan bebatuan didasar jurang.  Tersangka ZA bersama Tersangka AH (32), yang akhirnya bisa ditangkap petugas, melarikan diri dari kejaran petugas saat hendak melakukan aksinya di ATM Rest Area Efisiensi Kebumen pada hari Sabtu (1/8/15) kurang lebih pukul 11.00 wib.

Kapolres Kebumen AKBP Faizal, SIK, MH mengungkapkan, pengungkapan kasus pengganjal mesin AM berawal dari kejelian anggota Sat Reskrim Polres Kebumen yang disebar untuk mengawasi ATM-ATM yang menjadi incaran pelaku kasus pengganjalan ATM.

Petugas mencurigai gerak-gerik para tersangka yang mengendarai mobil Toyota Avansa warna Silver bernomor polisi B 1658 POQ  saat berhenti di ATM Pool Efisiensi di Jalan Raya Kebumen – Kutowinangun.

Ketika ditanya oleh petugas, kedua tersangka melarikan diri ke arah timur, dengan meninggalkan seorang wanita yang diduga bagian dari sindikat pelaku yang sedang ke kamar kecil.

Petugas yang melakukan pengejaran sempat kehilangan jejak,  lalu menghubungi Mapolres untuk menyebarluaskan informasi menggunakan alat komunikasi yang ada kepada seluruh jajaran kepolisian Polres Kebumen untuk menghentikan kendaraan pelaku.

Tidak lama berselang, didapatkan informasi dari Polsek Puring bahwa kendaraan dengan ciri-ciri yang sama meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah barat dan langsung dilakukan pengejaran. 

Mendengar kabar mobil tersangka melarikan ke arah barat, anggota Polsek Ayah dan anggota Sat Pol Air Polres Kebumen langsung melakukan penghadangan disekitar Pantai Logending.

Mengetahui banyak polisi yang menghadang jalan, tersangka melarikan mobilnya naik ke arah Desa Kalipoh – Ayah yang medannya berbukit.

Mobil tersangka sempat menyerempet beberapa motor tukang ojek yang mangkal di simpang tiga Kalipoh. Petugas yang melakukan penghadangan dan dibantu masyarakat sekitar pun langsung mengejar dengan menggunakan sepeda motor.

Jalan yang menanjak dan berliku sedikit menjadi penghambat para pelaku untuk melarikan mobilnya dengan kencang, namun disaat jarak petugas dan masyarakat semakin mendekat, para tersangka dengan cerdik menyebarkan uang kertas dari jendela mobil dengan maksud mengalihkan perhatian masyarakat dan menghambat pengejaran.

Namun anggota Sat Polair Polres Kebumen tetap konsentrasi melakukan pengejaran.

Memasuki jalan desa yang belum beraspal, seorang anggota Sat Polair berhasil mendahului kendaraan pelaku dan kemudian melakukan penghadangan.

Namun pelaku yang semakin kalap tidak mengindahkan perintah petugas malah menabrak petugas tersebut hingga terjatuh dan mengalami luka-luka.

“Tindakan pelaku yang mulai mengancam jiwa petugas dan masyarakat membuat anggota kami mengambil keputusan untuk menembak ban mobil tersangka. Beberapa tembakan peringatan dan tembakan kearah ban mobil yang diletuskan petugas membuat mobil pelaku hilang kendali dan menabrak teras rumah seorang warga dan akhirnya berhenti setelah menabrak pohon di tepi jurang,” kata kapolres, Senin (3/8).

Tersangka AH (32) berhasil ditangkap petugas dan masyarakat, sementara tersangka ZA (45) yang terjun ke jurang untuk menghindari tangkapan petugas ditemukan meninggal dunia didasar jurang.

Saat ini Tersangka AH (32) dan seorang wanita berinisial TN (30) ditahan oleh Sat Reskrim Polres Kebumen guna proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka AH mengakui telah melakukan kejahatan dengan modus operandi mengganjal lubang tempat masuk kartu di mesin ATM. Dan ketika ada orang yang akan melakukan transaksi di bilik ATM itu, tersangka akan berpura-pura membantu orang yang kartu ATM nya tidak bisa dibaca mesin ATM karena telah diganjal oleh tersangka.

Saat itulah, dengan kecepatan tangan layaknya seorang pesulap, pelaku mengganti kartu ATM orang tersebut dengan kartu ATM miliknya. Berbekal kartu ATM dan nomor pin yang didapatkan pada saat berpura-pura menolong tadilah, tersangka kemudian menguras habis isi tabungan korban.

“Tersangka AH juga mengakui bahwa selama perjalanan dari Bandung (30/7/15) tersangka sudah berhasil melakukan kejahatan dibeberapa ATM dan terakhir di Rest Area Efisiensi Kebumen,” jelas kapolres. (BJ33)