Home Hukum dan Kriminal Diduga “Tilep”Uang Koperasi Rp2,5 M Hartoyo Disidang

Diduga “Tilep”Uang Koperasi Rp2,5 M Hartoyo Disidang

Hartoyo, dalam persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Semarang.

Semarang , 18/4 (BeritaJateng.net) – Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) dari kementrian Koperasi dan UKM yang disalurkan ke Koperasi Serba Usaha (KSU) Artha Tunas Mulia (ATM) yang di pimpin oleh Hartoyo diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (18/4).

Terdakwa Hartoyo dalam perkara tersebut dijerat tiga pasal yakni Primair Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Selain itu, Subsidair dijerat Pasal 3 atau kedua Pasal 9 sesuai dengan UU yang sama oleh Jaksa Penuntut Umum, Ricky Panggabean.

Dalam dakwaannya, Ricky Panggabean mengatakan, terdakwa dalam aksinya memanipulasi jumlah pinjaman, misalanya pinjam Rp500 ribu ditulis meminjam Rp3 juta, dan berdasarkan hasil perhitungan BPKP perwakilan Jawa Tengah, negara dirugikan sebesar Rp 2,5 miliar atas perkara tersebut.

Dalam perkara tersebut, Hartoyo dibantu broker dalam pencairan dana yang bernama Bimo yang hingga saat ini masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Semarang.

Dalam kesaksiannya, Hartoyo mengaku menggunakan beberapa dana tersebut untuk membeli mobil Toyota Rush dan sepeda motor. (MG2)