Home Hukum dan Kriminal Diduga Suap Penegak Hukum, Terpidana Korupsi Rutan Wonogiri Keluar Secara Ilegal 

Diduga Suap Penegak Hukum, Terpidana Korupsi Rutan Wonogiri Keluar Secara Ilegal 

Humas LUIS Endro Sudarsono (kanan) dan Ketua LUIS Edi Lukito (kiri), dalam siaran persnya di halaman Masjid At Taqwa Wonogiri, Kamis (18/8).

Wonogiri, 18/8 (BeritaJateng.net) – LUIS (Laskar Umat Islam Surakarta) melalui Humasnya melaporkan Rutan Wonogiri ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan (DIY) Daerah Istimewa Yogyakarta atas dugaan keluarnya terpidana korupsi dari kompleks Rutan Wonogiri secara illegal.

Dalam siaran persnya, di halaman Masjid At Taqwa Wonogiri, Kamis (18/8), Humas LUIS Endro Sudarsono mengatakan bahwa WS terpidana kasus korupsi di Ngawi Jawa Timur divonis oleh Pengadilan Negeri Ngawi dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun penjara, tertanggal 9 Oktober 2015. Dalam perkembangannya, terpidana mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri Ngawi untuk menjalani hukuman di Rutan Wonogiri.

” Kasus ini janggal, kenapa terpidana memilih Rutan Wonogiri (untuk menjalani hukuman). Hasil konfirmasi kami ke Ngawi, alasannya Rutan Wonogiri masih ada kuota,” jelasnya.

Namun, Endro mengatakan, fakta di lapangan terpidana secara bebas bisa keluar dari Rutan Wonogiri sebelum habis masa hukuman.

“Memang terpidana juga punya kasus di Polresta Surakarta terkait kasus pemalsuan tandatangan, tapi ada perbedaan informasi dan fakta dari Rutan Wonogiri dengan bukti dari Polresta Surakarta terkait keberadaan terpidana,” terang Endro yang didampingi Ketua LUIS Edi Lukito.

Info dari Rutan Wonogiri, lanjut Endro, terpidana belum pernah dibon keluar Rutan dan tidak ada surat resmi dari Polresta Surakarta terkait kasus apapun.

“Terpidana menjalani hukuman di Rutan Wonogiri sejak Oktober 2015 hingga 5 Juli 2016. Namun tercatat 3 kali keluar dari Rutan untuk menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta dalam masa hukuman,” imbuhnya.

LUIS berharap Ombudsman DIY bisa melakukan investigasi atas dugaan mall administrasi maupun dugaan suap (gratifikasi). (BJ09)