Diduga Guru Terpapar Covid-19, PTM SMP 2 Kendal Terpaksa Dihentikan

KENDAL, 6/2 (BeritaJateng.net) – Diduga ada salah satu guru yang positif terpapar Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Negeri 2 Kendal terpaksa dihentikan.

Kepala sekolah SMP N 2 Kendal Waluya Sihana mengungkapkan, pada hari Senin (31/1/2022) lalu terdapat salah satu guru yang merasa tidak enak badan yang diduga gejala Covid-19.

Pihaknya kemudian mengimbau kepada guru tersebut agar melakukan tes PCR di UPTD Puskesmas Kendal 1.

“Rupanya dinyatakan positif Covid-19. Diduga guru yang positif Covid-19 tersebut, terpapar dari anggota keluarganya yang bekerja di Kota Semarang dan pulang ke Kendal,” terang Waluya.

Kemudian, terhitung mulai Kamis (3/2/2022), SMP Negeri 2 Kendal memutuskan untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh.

“Dan sekarang juga dilakukan tes PCR kepada 46 guru beserta karyawan,” terang Waluya.

Lebih lanjut dia katakan, sebelumnya siswa dan guru di SMP N 2 Kendal juga melakukan tes swab secara acak. Yakni dengan hasil negatif semua. Adapun jumlah siswa di SMP N 2 Kendal yakni 759 anak.

“Sebenarnya yang bersinggungan langsung itu ada tujuh orang di sekolah. Dan guru yang bersangkutan hanya mengajar empat kelas,” kata Waluya.

Sementara itu, Petugas tes PCR, Marhaban mengatakan, hasil tes bisa diketahui pada sore hari. Itu pun jika tidak ada kendala pengecekan.

“Tindakan yang dilakukan ini kami lakukan tes. Dan hasilnya insyaallah bisa diketahui sore atau malam,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, saat ini terdapat satu sekolah yang dicabut ijin PTM nya karena ada salah satu guru yang terpapar Covid-19.

Disampaikan, saat ini pihak Dinas Kesehatan juga gencar melakukan tracing dan testing.

“Hingga saat ini ada tiga sekolah yang dicabut ijin PTM nya, yaitu dua SD dan satu SMP,” jelas Wahyu.

Namun, dua SD tersebut sudah diperbolehkan melakukan PTM karena setelah dilakukan pengecekan kondisi siswa semuanya aman.

“Ijin PTM di SMP Negeri 2 Kendal sementara kami tutup selama lima hari. Sambil menunggu hasil tes yang sudah dilakukan keluar,” pungkas Wahyu. (Ak/El)

Leave a Reply