Home Ekbis Dicanangkan Sebagai Kampung Bright Gas, Pelaku Industri Kulit Lunpia Kini Pakai LPG...

Dicanangkan Sebagai Kampung Bright Gas, Pelaku Industri Kulit Lunpia Kini Pakai LPG Non Subsidi 

342
0
Pertamina Garap Kampung Bright Gas Sentra Kulit Lunpia

Semarang, 12/3 (BeritaJateng.net) – Banyak pelaku industri di kota Semarang mulai beralih menggunakan LPG non subsidi dalam usahanya. Seperti yang dilakukan para pengusaha di sentra pembuatan kulit Lunpia di Kranggan Semarang.

Sejak dicanangkan oleh PT Pertamina sebagai Kampung Bright Gas, para pengrajin dan pengusaha kulit lunpia ini tak lagi memakai gas LPG bersubsidi 3kg lagi dan mulai beralih menggunakan Bright gas.

Salah satu pengusaha lunpia, Sumiati mengaku yang telah memakai Bright gas sejak 2018 silam setelah sosialisasi dan pencanangan kampung bright gas di daerahnya.

“Kalau dulu sehari pakai gas melon butuh 4 tabung. Tapi setelah beralih ke bright gas hanya butuh 2 tabung. Memang harganya sedikit mahal tapi kami sadar sebagai pelaku industri diminta beralih pakai non subsidi sesuai aturan pemerintah,” kata Sumiati.

Setiap hari, Sumiati dibantu tiga rekannya memproduksi kulit lumpia lebih dari 5.000 lembar.

Pesanan kulit lunpianya tidak hanya datang dari Kota Semarang, juga dari Jakarta, Bandung, Kediri, Solo, bahkan Bali.

“Kulit lumpia yang berukuran besar ini dijual Rp40.000 per 100 lembar atau Rp4.00 per lembarnya. Kalau ukuran sedang dijual Rp30.000 per 100 lembar,” ujarnya.

Tak hanya ia yang mulai beralih menggunakan Elpiji non subsidi, sebanyak 35 pengusaha lain juga telah memakai bright gas.

Seperti yang diketahui, PT Pertamina Marketing Operation Region IV menggarap Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah yang merupakan sentra pembuatan kulit lunpia menjadi Kampung Bright Gas.

Peluncuran Kampung Bright Gas sentra pembuatan kulit lunpia Kranggan di Semarang telah membuat para pelaku usaha sadar untuk beralih menggunakan elpiji 3 kg ke elpiji Bright Gas 5.5 kg.

Awalnya, total tabung yang digunakan sebanyak 210 tabung elpiji 3 kg per hari, dengan beralih ke Bright Gas tabung 5.5 kg turun menjadi 105 tabung per hari.

Sales Executive Elpiji Pertamina MOR IV Rayon I Bima Kusuma Aji menambahkan bahwa Pertamina juga akan membuat Kampung Bright Gas di Kampung Batik Rembang dan Pekalongan.

Unit Manager Communication and CSR MOR IV Pertamina Andar Titi Lestari, mengatakan pelaku industri yang diperkenankan untuk menggunakan elpiji subsidi adalah pengusaha dengan omzet maksimal per hari Rp 1 juta.

Pihaknya berharap, ada kesadaran para pengusaha seperti di sentra kulit lunpia ini untuk beralih menggunakan LPG yang sudah ditentukan, supaya kuota LPG untuk masyarakat terpenuhi. (El)