Home Headline Diah Diperiksa Enam Jam

Diah Diperiksa Enam Jam

image

Semarang, 14/4 (Beritajateng.net) – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Semarang memeriksa tersangka Kasus hilangnya Dana Kas Daerah Rp 22,7 Miliar
Diah Ayu Kusumaningrum, Selasa (14/4). 

Dia menjalani pemeriksaan sekitar pukul 11.00 hingga sekitar pukul 17.00 atas saksi terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan Suhantoro kepala UPTD Kas Daerah Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkot Semarang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto mengatakan, Diah memang hari ini  dihadirkan untuk diperiksa sebagai saksi terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan Suhartono.

“Jadi yang bersangkutan dimintai keterangan terkait sejauh mana mengetahui keterlibatan tersangka Suhartono melakukan grativikasi,” katanya. 

Terpisah Kapolrestabes Semarang Kombes Djihatono hingga saat ini Diah belum ditahan meski telah ditetapkan tersangka, sementara Suhantoro sudah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang terkait perkara lain yakni tindak korupsi dana hibah KONI Kota yang melibatkannya. 

Kasus hilangnya kas Pemkot ini mencuat setelah perwakilan BTPN absen dalam pertemuan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan DPKAD Pemkot pada Januari 2015. Mou itu sedianya akan diisi pembaruan naskah kerja sama penempatan giro.

Enam bank lain kecuali BTPN yang ikut dalam kerja sama datang untuk memperbaharui kontrak. Kecurigaan pun muncul dan ditemukan selisih perhitungan antara bank dengan Pemkot. Dana kas daerah sebesar Rp 22,7 miliar yang disimpan di BTPN ternyata telah raib.

Padahal, hingga Januari 2015, Pemkot masih menerima bunga giro BTPN. Pemkot yakin dana itu masih ada, karena sertifikat deposito giro berjangka dengan nomor DG199512 itu masih disimpan di brankas. Sertifikat tersebut belakangan tak diakui oleh BTPN.(BJ04)

1 COMMENT

  1. pokoknya,keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.siapa salah harus dihukum.siapa benar harus dilindungi. Tanpa begini, di akhirat kelak, para pengabdi hukum akan merugi sendiri

Comments are closed.