Home Headline Di Semarang, Tak Pakai Masker Bakal Kena Sanksi

Di Semarang, Tak Pakai Masker Bakal Kena Sanksi

275
Cegat Warga Tak Kenakan Masker, Gugus Tugas Covid-19 Sosialisasi PKM dan Bagi Masker

SEMARANG, 6/8 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan segera menyusun peraturan wali kota terkait sanksi bagi masyarakat yang tidak memakai masker.

Hal ini menyusul adanya Inpres Nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dam penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diterbitkan Presiden RI Joko Widodo.

Hendi, sapaan akrabnya, mengaku sudah mendiskusikan hal tersebut namun belum fapat membeberkan terkait sanksi apa yang akan diterima masyarakat apabila tidak memakai masker. Pasalnya, aturan tersebut masih perlu diputuskan oleh bagian hukum Setda Kota Semarang.

“Pokoknya nanti dalam waktu dekat akan muncul peraturan yang tidak pakai masker akan diberi sanksi. Sanksinya apa? Ya ini sedang diproses,” kata Hendi, Kamis (6/8/2020).

Dia menargetkan, perwal terkait hal tersebut akan rampung pada pekan depan. Diharapkan, masyarakat akan semakin berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

Sejauh ini, kata dia, kasus Covid-19 di Kota Semarang terus mengalami penurunan. Nerdasarkan data Pemerintah Kota Semarang di laman siagacorona.semarangkota.go.id, pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan ada ….

“Kalau turun, memang turun. tapi ya hitungannya masih tinggi tapi sudah turun kan dari 950 sekarang sudah 500 berapa. Nanti ada beberapa hal yang memang kita akan berikan perubahan sekaligus mengumumkan sanksi bagi warga yang tidak pakai masker,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendi menambahkan, satu diantara berbagai upaya penanganan Covid-19 di Kota Semarang yakni menggiatkan pembentukan kampung siaga candi hebat. Dibentuknya kampung ini dimaksudkan agar warganya mandiri dakam memutus mata rantai Covid-19. Namun, di sisi lain perekonomian di lingkungan sekitar tetap berjalan.

“Di Semarang sudah ada 266 kampung siaga candi hebat, kemudian ada 8 pondok pesantren, kerjasama TNI Polri serta pemkot Semarang,” paparnya

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, razia masker akan dilakukan secara rutin untuk menyadarkan masyarakat agar tetap memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan giat di beberapa pusat perbelanjaan serta pasar tradisional di Kota Semarang. Petugas masih menjumpai beberapa masyarakat yang tidak memakai masker.

Diakui Fajar, dalam perwal pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), sanksi bagi masyarakat yang tidak memakai masker memang belum ada. Namun, selama ini, untuk memberikan efek jera, petugas memberikan sanksi berupa push up dan melafalkan pancasila bagi masyarakat yang tidak memakai masker.

“Di perwal PKM memang belum ada sanksi bagi yang tidak memakai masker, tapi Satpol beri sanksi agar mereka tidak mengulangi lagi,” ucapnya. (El)