Home Ekbis Di Semarang, Susu Kambing Bisa Diolah Jadi Sabun

Di Semarang, Susu Kambing Bisa Diolah Jadi Sabun

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melihat inovasi warga kuncen farm mengolah susu kambing menjadi sabun.

Semarang, 27/8 (BeritaJateng.net) – Susu kambing etawa, biasanya hanya diolah menjadi yogurt dan keju. Namun kali ini di Semarang, warga kampung Kuncen, Kelurahan Bubakan, Mijen mempunyai inovasi lain. Susu kambing ternyata dapat diolah menjadi sabun mandi dengan proses pembuatan yang terbilang sangat mudah.

Zaidi Koordinator Pembuat Sabun Susu Kambing Etawa menceritakan ide awal pembuatan sabun mandi dari susu kambing etawa ini dimulai saat warga kesulitan memasarkan susu kambing etawa ditengah pandemi. Akibatnya banyak stok susu kambing yang tersisa, padahal susu kambing etawa ini tidak dapat bertahan lama.

Akhirnya wargapun mulai berinovasi. Mereka yang biasanya membuat yogurt dan keju kini mengolah susu kambing etawa menjadi sabun mandi batangan.

“Dulu waktu usaha awal-awal kita bingung cari pasar, karena saat kondisi pandemi kita harus jual susunya kemana? kemudian kami konsultasi dengan Dinas Pertanian. Ternyata disana ada pelatihan pembuatan sabun, setelah susu kami bikin sabun malah nilai ekonominya lebih tinggi,” ujar Zaidi.

Menurut Zaidi, untuk satu liter air, setidaknya bisa menjadi 50 bungkus sabun. “Kalau dihitung-hitung, kami bisa dapat untung dari pembuatan susu kambing ini, karena kalau kami jual curah susu kambing etawanya hanya dihargai Rp. 25ribu tapi kalau kita olah dan kemas, kemudian kita beri label bisa jadi Rp. 50ribu,” ujar Zaidi.

Sabun dari olahan Susu Kambing Etawa.

Ia memaparkan jika proses pembuatan sabun mandi ini cukup sederhana. “Hanya perlu sedikit bahan baku. Pertama susu dicampur dengan minyak kelapa dan serbuk soda api serta diberi sedikit air dan diaduk sampai merata. Kemudian adonan dituangkan dalam cetakan dan didiamkan selama satu hari,” terangnya.

sementara, lanjut Zaidi, pemakaian sabun bisa digunakan setelah didiamkan selama dua minggu, baru kemudian dipotong-potong untuk selanjutnya dikemas.

Melihat inovasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencoba mendukung langkah inovasi tersebut.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut langkah masyarakat Kuncen farm tersebut perlu diapresiasi.

Menurutnya, pemerintah akan membantu terutama dalam pengemasan dan pemasaran olahan susu kambing etawa tersebut baik yang berupa sabun, susu murni, yogurt atau keju agar bisa diterima di pertokoan dan hotel.

“Memang di kelurahan ini, ada peternak kambing etawa yang menghasilkan susu. Jika biasanya susu hanya diolah menjadi yogurt dan keju saja, berkat inovasinya bersama dinas pertanian mereka bisa menghasilkan sabun mandi,” ungkap Ita sapaan akrab Hevearita.

Pemasaran produk ini masih dilakukan secara sederhana di media sosial seperti facebook, instagram dan e-comerce Shopee. Rata-rata pelanggan pun masih diarea kota Semarang.

“Padahal ini peluang bisnis yang cukup besar juga, pemerintah akan dorong agar produk ini bisa di terima di pertokoan atau dipakai di hotel-hotel. Kami akan bantu dorong kesana,” jelas Ita. (Ak/El)