Home DPRD Kota Semarang Di Semarang Harusnya Ada Enam Titik Terminal

Di Semarang Harusnya Ada Enam Titik Terminal

Terminal Mangkang Semarang

Semarang, 31/1 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang menilai idealnya ada enam titik terminal untuk menghubungkan akses transportasi umum dari daerah pinggiran ke pusat kota di wilayah tersebut.

“Di Semarang kan sudah ada empat terminal, yakni Terminal Terboyo, Penggaron, Mangkang, dan Cangkiran. Harusnya ditambah dua lagi, bukan dikurangi,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Rabu.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan Terminal Terboyo memang akan dijadikan terminal barang, tetapi tidak harus menghilangkan fungsi sebagai terminal penumpang dengan statusnya yang turun menjadi tipe C.

Menurut dia, keberadaan empat terminal yang sudah ada sudah tepat, seperti Terminal Terboyo untuk akses yang menghubungkan ke Demak, dan kota-kota lainnya yang ada di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Terminal Penggaron, kata dia, berdekatan dengan perbatasan Semarang dan Demak menjadi transit bus-bus jurusan Purwodadi (Grobogan) dan Blora, kemudian Terminal Mangkang untuk jalur Pantura ke arah barat.

“Terminal Cangkiran juga sudah pas. Kalau bisa, ditambah dua lagi, yakni di Banyumanik yang menghubungkan jalur selatan dan Johar yang merupakan pusat kota. Istilahnya, Johar itu porosnya,” katanya.

Ia mencontohkan hampir seluruh trayek angkutan kota pasti berporos di Johar, mulai Johar-Penggaron PP, Johar-Mangkang PP, Johar-Sampangan PP, dan Johar-Banyumanik PP, tetapi tidak ada sub-induk terminal di Johar.

“Pasar Johar hampir di semua jurusan angkot pasti ada. Sudah dari dulu. Namun, sampai sekarang tidak ada terminal yang dibangun di kawasan Johar. Makanya, ideal membangun terminal di Johar,” katanya.

Supriyadi yang dipercaya sebagai Ketua Paguyuban Pengemudi Angkot, di dua trayek, yakni Karangayu-Penggaron PP dan Johar-Panggung PP itu mengatakan demikian pula dengan titik terminal di kawasan Banyumanik.

“Selama ini, selalu terjadi penumpukan bus di kawasan Banyumanik, seperti di pintu masuk tol. Istilahnya `terminal bayangan` sehingga menyebabkan kemacetan. Ya, makanya perlu dibangun terminal,” katanya.

Selain itu, legislator yang pernah mengenyam kerasnya kehidupan terminal sebagai calo tiket itu mengatakan keberadaan terminal di enam titik itu bisa menghilangkan “terminal bayangan” yang ada.

“Otomatis, `terminal-terminal bayangan` akan hilang kalau sudah dibangun terminal tambahan, seperti di Banyumanik. Justru, menurut saya menambah terminal itu lebih bagus,” pungkas Supriyadi. (Bj/El)