Home DPRD Kota Semarang Di PHK Tanpa Pesangon, Karyawan PT CAC ‘Wadul’ Dewan

Di PHK Tanpa Pesangon, Karyawan PT CAC ‘Wadul’ Dewan

Nono Haryanto (kiri) mengadu ke Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi (kanan) setelah di PHK sepihak tanpa pesangon.

Semarang, 22/2 (BeritaJateng.net) – Wajah Nono Haryanto tampak lesu penuh tekanan saat memasuki ruang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, ia bersama anak dan istrinya hendak mengadukan nasibnya yang di PHK sepihak tanpa pesangon oleh PT Cahaya Agung Cemerlang (CAC) Semarang.

Nono Haryanto beserta tiga rekan kerjanya di rumahkan tanpa pesangon setelah sembilan tahun bekerja di perusahaan Distribusi Ice Cream Walls tersebut.

Setiap harinya, Nono mendistribusikan Ice Cream Walls ke berbagai wilayah di kota Semarang. Meskipun gaji yang diterima sesuai UMR tapi dirinya mengaku tak menerima uang lembur jika melebihi batas waktu jam kerja.

“Saya kerja sudah sembilan tahun, tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, saya dan teman saya dipecat tanpa pesangon,” ujar pria asal Pedurungan Rt 04/08 Kelurahan Sendangguwo, Tembalang, kota Semarang ini.

Menurutnya, selama ini pihak perusahaan tidak memperlakukan ia dan pekerja lainnya dengan baik, bahkan manager selalu semena-mena terhadap pegawainya.

“Pas tak tanya kenapa dipecat, kata pak manager alasannya karena ada pengurangan tenaga kerja, soalnya terlalu banyak (pegawai,Red), udah itu aja, padahal kalau di PHK kok mendadak dan tanpa ada keterangan jelas, malah yang paling saya heran kok gak ada pesangon, padahal sudah kerja sembilan tahun,” katanya.

Ia tak terima dengan cara PT CAC merumahkan Nono per 25 Januari 2017 lalu itu, menurutnya, sebagai perusahaan yang berdiri lebih dari 20tahun, PT CAC tidak semestinya memecat karyawan tanpa alasan jelas. “Sudah minta pesangon ke pak manager tapi jawabannya, ‘Sini (perusahaan,Red.) gak ada pesangon-pesangonan. Sudah keluar sana,'” ujar Nono menirukan gaya Managernya Nurul Mustafa.

Diakui Nono, jumlah karyawan PT CAC yang beroperasional di Kawasan Industri Candi, Jalan Gatot Subroto Block 8G No. 88 Semaramg ini memang memiliki karyawan hingga 100 orang, tapi sangat disayangkan jika pekerja di PHK tanpa pesangon dan konfirmasi terlebih dahulu.

“Saya cuman minta supaya perusahaan memperlakukan karyawan dengan baik. Selama ini gak ada serikat pekerja di perusahaan, bahkan pengurus serikat pekerja di PT CAC diancam akan dikeluarkan jika terus berjalan mengakomodir karyawan. Akhirnya dibubarkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, pihaknya akan segera memediasi dan mempertemukan kedua belah pihak baik eks-pekerja maupun dari PT CAC dan Dinas Tenaga Kerja. “Kami upayakan agar mereka dapat pesangon. Kalau perlu kami akan lakukan sidak ke perusahaan, apakah mereka sudah melaksanakan tanggungjawab kepada karyawan sebagaimana mestinya atau tidak,” ujar politikus PDI Perjuangan itu. (El)

Advertisements