Home Hukum dan Kriminal Dibujuk Ayahnya, Pelaku Perampasan Handphone Menyerahkan Diri

Dibujuk Ayahnya, Pelaku Perampasan Handphone Menyerahkan Diri

Mijen-20150617-00841
Semarang, 18/6 (BeritaJateng.net) – Bejo Lukmono (24) tersangka perampasan dikawasan BSB Mijen Semarang awal Juni 2015 lalu, menyerahkan diri setelah dirinya menjadi target kepolisian.

Ia menyerahkan diri karena bujukan dari ayahnya setelah ada pihak anggota polisi beberapa hari datang mencari anaknya karena terlibat kasus perampasan handphone hingga korban mengalami sejumlah luka disekujur tubuh. 

“Saya gelisah dan takut dengar kabar dari ayah katanya dicari polisi. Setelah itu nyerahkan diri aja, dari pada sakit di apa-apain,” kata Bejo saat gelar perkara di Mapolsek Mijen, Kamis (18/6).

Dikatakan Bejo aksi perampasan itu terjadi lantaran kesal ponsel miliknya dirusak sang ayah. Maka dari itu untuk melampiaskan, ia keluar rumah bawa sebilah pisau dapur.

“Saya keluar bawa pisau. Dari situ lihat orang yang sedang angkat telpon dijalan langsung saya suruh serahkan,” ujarnya.

Karena korban melawan saat menyuruh menyerahkan handponenya, Ia langsung mengancam dengan acungkan pisau.

“Saya acungkan pisau ke korban, tetap melawan dan akhirnya pisau saya tusukan ke paha,” imbuhnya.

Usai menusuk ke paha, korban yang terlihat merintis kesakitan langsung merebut handpone yang dalam genggaman.

“Saat saya tusuk pahanya, dari situlah korban lengah. Namun saat saya ambil melawan kembali saya tusukan kembali ke dada,” bebernya.

Berhasil melumpuhkan korbannya, Bejo pun mengambil ponsel milik korban dan langsung tancap gas melarikan diri.

Namun anehnya, setelah berhasil melarikan diri, Bejo justru membuang ponsel hasil kejahatannya tersebut. Bukan karena takut ketahuan, ia membuang ponsel tersebut lantaran ponsel yang ia ambil dalam keadaan rusak di bagian layar.

“Handponenya jadul layarnya, makanya saya buang. Sedangkan pisau juga saya buang ke sungai untuk hilangkan jejak,” imbuhnya.

Kapolsek Mijen AKP Sapari mengungkapkan, pelaku bisa terungkap berkat laporan korban yang telah mengaku jadi korban perampasan disertai kekerasan. Dari laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan memperoleh identitas pelaku.

“Dari hasil penyelidikan petugas sudah berusaha mencari rumahnya namun hanya bertemu sang Ayah,” imbuhnya.

Namun tak lama kemudian, pelaku datang menyerahkan diri ke Mapolsek Mijen dengan diantar ayahnya.

Akibat perbuatan itu Bejo dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun penjara.(BJ04)