Home News Update Di Belanda, Puasa 19 Jam Lamanya

Di Belanda, Puasa 19 Jam Lamanya

Dadang, dosen Unsoed Purwokerto saat berbuka puasa dengan komunitas IMEA (Indonesian Moslem Enschede Association) di kota Enschede, Belanda.

Purwokerto, 24/6 (BeritaJateng.net) – Ramadan 1437 H merupakan Ramadan pertama Dosen Farmasi Unsoed Purwokerto Dhadhang Wahyu Kurniawan di Belanda. Di negeri van Oranje ini pula Dhadhang yang sedang menempuh studi Ph.D di University of Twente, The Netherlands merasakan betapa bumi Allah memang bundar dan betapa Allah sangat luar biasa dalam menciptakan makhluk-makhluknya.

Suasana Ramadan di sini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan suasana Ramadan di tanah air tercinta, Indonesia.
www.marijuanaskiesdispensary.com/wp-content/languages/new/symbicort.html

Tidak ada suara-suara orang-orang yang membangunkan jamaah tatkala waktu sahur, tidak ada gelombang manusia yang mendatangi masjid, mushola, langgar, dan surau untuk melaksanakan sholat tarawih, tidak ada kumpulan jamaah di masjid yang dengan sabar menunggu datangnya waktu berbuka. Tidak ada pasar kaget yang sering muncul menjelang berbuka.

“Di kota Enshcede, Belanda hanya ada dua masjid, itu pun yang satu tidak terlalu besar dan orang sering menyebutnya sebagai Masjid komunitas Turki.
www.marijuanaskiesdispensary.com/wp-content/languages/new/levaquin.html

Yang satunya lagi masjidnya lumayan besar, orang menyebutnya Masjid komunitas Maroko,” tutur Dadang elalui email yang dikirim ke BeritaJateng.net.

Dadang menceritakan, suasana Ramadan sedikit bisa dijumpai di Masjid komunitas Maroko ini. Yang paling khas bagi orang Indonesia dengan suasana Ramadan di masjid ini adalah ketika berbuka puasa). Suasana berbuka puasa disini sangat terbuka bagi siapa saja jamaah yang berminat.

“Jamaahnya sangat multinasional, ada yang berasal dari Maroko, Libanon, Indonesia, Pakistan, Somalia, Ethiopia, Suriah, dan lain-lain,” ujarnya.

Menu berbukanya juga sangat khas buat orang Indonesia, terutama masakan dan makanannya yang sangat kental suasana Arab-nya, yang terkadang rasanya agak terasa asing buat lidah orang Indonesia.

Dadang menambahkan, Ramadhan 1437 H di Belanda sudah masuk dalam musim panas, musim di mana di negeri ini memiliki waktu siang lebih panjang dibandingkan waktu malamnya.

Konsekuensinya waktu untuk menjalani ibadah puasa akan lebih dari 12 jam, jam normal jika 24 jam dibagi dua, siang dan malam.

“Di kota Enschede, yang terletak di bagian timur Belanda waktu maghrib selama bulan Ramadhan 1437 H ini pada kisaran jam 21.50 hingga 22.00 dan waktu shubuh pada kisaran jam 03.15 hingga 03.25. Durasi total puasa sekitar 19 jam ini merupakan tantangan tersendiri,” ujarnya.
www.marijuanaskiesdispensary.com/wp-content/languages/new/ivermectin.html

(BJ33)