Home News Update Dewangga Beri Edukasi Haji pada Anak Usia Dini

Dewangga Beri Edukasi Haji pada Anak Usia Dini

520

Semarang, 7/9 (BeritaJateng.net) – Memasuki tahun baru islam 1441 Hijriah pada September ini,  Dewangga Lil Hajj Wal Umroh mengadakan kegiatan edukasi kepada masyarakat lewat  Corporate Social Responsibility  (CSR) yang mereka miliki.

Fokus kegiatan sosial pada tahun ini, biro perjalanan ibadah yang  memiliki beberapa cabang di Jawa Tengah tersebut memberikan fasilitas edukasi ibadah haji bagi anak usia dini secara gratis.

Kegiatan edukasi pertama yang Dewangga lakukan yakni, menggelar praktik manasik haji bagi siswa TK, PAUD, dan Pos PAUD Kota Semarang di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Sebanyak 1.342 siswa-siswi dari 45 lembaga yang ada di Kecamatan Pedurungan ikut dalam kegiatan itu.

Program CSR satu ini kami rancang secara gratis dan kapan saja bisa akan kami gelar jika ada lembaga pendidikan yang ingin muridnya belajar mengenai rukun islam yang kelima yakni ibadah Haji. Tujuan kami, ingin memberi manfaat kepada masyarakat dan semoga apa yang kami lakukan membawa berkah untuk semuanya,” kata Direktur Dewangga, Endro Dwi Cahyono.

Kegiatan edukasi ini tidak hanya disosialiasikan di Semarang. Namun juga di kantor cabang Dewangga di Pati, Kendal, dan Wonosobo.  Marcomm Dewangga, Nurus Sa’adah menambahkan, lembaga yang ingin mengendeng pihaknya melakukan edukasi, minimal diikuti 20 peserta manasik haji. Penyelenggaraannya dikatakan bisa dilakukan di daerah masing-masing atau ke MAJT yang ada di Kota Semarang.

”Oktober nanti, sudah ada lembaga pendidikan dari Kabupaten Semarang yang menggandeng CSR kami mengadakan kegiatan serupa. Untuk di Semarang kami pilih kawasan MAJT karena kami juga ingin mengenalkan wisata di Kota Semarang selain tempatnya yang representatif untuk manasik haji,” imbuh Nurus.

Dewangga juga disebut mendukung pendidikan karakter yang berpusat pada kegiatan praktik siswa di luar lapangan. Sebab kegiatan seperti manasik haji ini dikatakan Nurus seudah banyak dilakukan beberapa sekolah berbasis pendidikan islam.

”Harapan kami, anak-anak yang mengikuti kegiatan kami bisa maksimal dalam belajar dan mengetahui prosesi pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, sekaligus memberi informasi kepada para orangtua yang mendampingi untuk mengingatkan kembali mereka pada pelaksanaan rukun haji maupun umrah,” jelas Nurus.

Kegiatan ini diapresiasi Deasy Wul‎andari selaku Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Sebab pihaknya saat ini bisa mendapatkan mitra baru untuk kegiatan rutin tahunan merwka. ”Manasik haji untuk siswa merupakan kegiatan rutin kami dan sudah diprogram setiap tahun. Tujuannya untuk mengenalkan rukun Islam kepada siswa,” ujar Deasy. (El)